SELAMAT DATANG DI WEBLOG TAMAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI CAHAYA ILMU SEMARANG)

Senin, 05 April 2010

SPEKTRUM KASIH


Ia tersenyum kecut ke arahku. Pandagannya semakin tajam dan aku semakin tidak mengerti. Aku kembali membuka lembaran-lembaran koran yang tercecer di ruang tamu. Semakin aku banyak bergerak, tatapan matanya semakin menakutkan. Seperti singa yang sedang kelaparan. Tiba-tiba terdengar bunyi pecahan piring, “pyaaarrr”. Aku diam dan seketika itu pula lembaran koran yang ada di tanganku begitu aja lepas jatuh kepada lantai.
“Dasar bajingan”, kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku semakin tidak percaya bisa-bisanya orang yang begitu lugu dan polos sampai mengucapkatan kata-kata pedas semacam itu. Sehingga kupingku terasa sakit sekali, seperti tamparan tangan yang melambai ke mukaku.
“Hai, kenapa kau pandangi aku, bisa berhenti ngak”, ia bicara ke arahku. Sontak aku terdiam.
Tiba-tiba ia menghampiriku dan menjatuhkan beberapa piring di hadapanku. Pecahan piring sedikit mengenai kakiku. Akupun disuruh berjalan diatas pecahan piring. Bagaimana aku bisa berjalan. Jika pecahan itu sangat tajam. Dan ia pun mendorongku. Akupun terjatuh. Seketika itu pula tajamnya pecahan piring menancap di tubuhku.
Darah merah keluar dari tubuhku, tapi tidak sebegitu parah sehingga cucuran darah itu hanya beberapa detik keluar. Namun luka itu semakin terasa saat dia memukulkan piring ke arah kepalaku.
Rasa sakit semakin menghelanyuti tubuhku. Mau berkata tidak bisa, seolah mulut ini sudah di bungkam dengan kata-kata. Wajahnya begitu menakutkan, aku hanya bisa menahan rasa sakit.
Tangan dan kakinya menuju kearahku, begitu dekat. Perasaan semakin was-was, gimana nih. Kakinya menghantam tubuhkku. Aku terlempar beberapa centi meter. Karena tidak tahan akupun bangun. Walaupun sulit rasanya mengerakan tubuh, karena darah sudah keluar dan seluruh tubuh terasa ngilu.
“Bangsat”, kata itu muncul kembali dari mulutnya.
Dalam berdiriku ada diam. Bagaimana aku bisa menahan rasa sakit begitu tajamnya seperti mulut singa yang sedang kelaparan, begitu menakutkan dan mengerikan.
Aku di tuduh selingkuh. Ternyata ia marah karena aku berselingkuh dengan teman satu kerja di sekolahan negeri. Ia mendengar itu dari kata-kata tetangga yang mengatakan aku berjalan berdua dengan kepala sekolahku.
Aku tidak habis pikir, mengapa ia menuduhku yang belum ada bukti. Walau sebenarnya memang aku pernah beberapa kali jalan berdua dengan pak kepala sekolah. Namun itu dalam rangka tugas dinas pendidikan.
Aku berusaha menjelaskan dan memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada suamiku tercinta. Ia tetap pada pendiriannya dan tidak mempercayai kata-kata istrinya. Padahal belum pernah dia marah kepadaku, apa lagi sampai melakukan kekerasan.
Tanpa di sangka tubuhku telah terhunus pisau panjang yang ia keluarkan dari balik bajunya. Aku menjerit histeris dan tubuhku lemas tidak berdaya. Akupun terjatuh dan tersungkur, mataku semakin rabun melihat.
”Aku tetap percaya padamu”, kata-kata itu keluar dari mulutku
”Maaf kan aku istriku, aku telah khilaf aku tidak sadar diri melakukan perbuatan hina ini”. Ia baru menyadarinya setelah pisau itu menembus perutku.
Suamiku menggankat tubuhku dan berusaha melarikan aku ke rumah sakit. Ia mengeluarkan tangisan dan aku hanya bisa tersenyum. Hingga senyumanku terasa tidak memiliki daya.
Dunia ini bukanlah dunia yang di liputi dengan kegelisahan. Tapi sebuah kepastian yang bisa di rencanakan. Dengan rencana itu engkau dapat menjalankan sebuah kepastian. Karena sejatinya kegelisahan adalah amarah yang keluar dari diri yang tidak dapat di kendalikan oleh akal dan hati. Maka didiklah akal dan hati dengan perhatian yang serius dengan memusatkan kesadaran kolektif. Yaitu kesadaran illahiah dengan untain zikir dan doa.
Bukan semata kekerasan, amarah dan penyesalan. Akankah kehidupan ini bisa menjadi indah jika pikiran di kendalikan dengan rasa amarah. Bukankah rasa yang seharusnya di nikmati dengan kemanisan dan kelembutan.
Dan aku percaa bahwa amarah adalah fitrah
Dan aku percaya bahwa akal dan hati adalah anugerah
Dan aku percaya ada hukum keseimbangan
Seperti rotasi bumi mengelilingi matahari

Lukni Maulana
4 Maret 2010
Jl. Sri Rejeki Utara VII/4 Rt. 3 Rw. 1,
Kelurahan Kalibanteng Kidul Semarang Barat
Read More..

Selasa, 09 Maret 2010

PEMENTASAN, BUDAYA DAN TEATER


Adanya kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran itu sendiri. Selain itu, kegiatan komunikasi juga dilakukan atau diperlukan oleh manusia karena manusia tidak dapat selamanya memperoleh pengalaman langsung (firsthand experiences) didalam hidupnya karena adanya keterbatasan dalam waktu, biaya, sarana dan prasarana dan sebagainya. Oleh sebab itu seringkali kita hanya dapat memperolehnya melalui pengalaman tidak langsung (secondhand atau vicarious experiences) yang kita dapatkan dengan jalan membaca, mendengar, melihat gambar dan sebagainya.
DOWNLOAD
1. PERLENGKAPAN LOMBA, KARNAVAL KELILING, PEMENTASAN, BAZAR BUKU DAN DISKUSI FORUM ANAK
2. NASKAH TEATER ANAK ”BROTOKOLO”
3. MUSIKALISASI PUISI ANAK ZAMAN
4. ORASI PUISI DAN BUDAYA. Read More..

Selasa, 23 Februari 2010

SENTRA PEGENALAN ALAM BEBAS


Beragam peristiwa yang dialami anak adalah catatan penting yang mempengaruhi arah dan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga manusia mempunyai satu masa yang sangat penting yang disebut sebagai masa emas (golden age) yang terjadi pada pada usia 0-4 th.
DOWNLOAD
SENTRA PEGENALAN ALAM BEBAS Read More..

Memotret Revolusi Islam Iran Dalam Percaturan Kebudayaan Global

BERBAGAI wacana “revolusi” yang telah ada dan pernah menjadi diskursus kita bersama—baik sebagai sebuah konsep teoritik dan praktek pada gerakan masa yang terorganisir dan bertumpu pada gerakan pemikiran maupun gerakan budaya—tentunya telah menghadirkan demikian banyak perbedaan dalam cara pandang untuk merancang sebuah revolusi, apalagi yang benar-benar Islami. Bahkan, tidak jarang perbedaan konsep-konsep tersebut justru meruntuhkan totalitas, kesatuan nilai dan kepercayaan, dalam semua dimensi kehidupan masyarakat Islami.
DOWNLOAD Read More..

Model Penyusunan Rencana Pembelajaran dan Silabus Pada PAUD


Sering dikatakan bahwa proses belajar pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.
DOWNLOAD Read More..
MISKUN
Komunitas Ilci Ar-Rasyid Semarang

Orang 1 : Katakan apa saja! Haram bisa menjadi halal atau sebaliknya, kafir bisa menjadi mukmin atau terserah kamu ingin bilang apa yang terpenting jangan kau bilang negeri ini miskin. Coba kau keruk perut bumi kita ini, berlimpah kekayaan di dalamnya, kau tanami pasti tumbuh subur.

Orang 2 : Ah…kau mengingatkanku pada retorika bangsa “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo murah kang sarwo tinuku, subur kang sarwo tinandur”. Buktinya mana...! harga BBM saja sudah melambung tinggi ke angkasa, kebutuhan pokok semakin mempersempit kantong kita ini. Jelas saja kalau negeri kita ini patut kita bilang miskin!

Orang 3 : Eh…jangan sekali-kali menyebut bangsa kitai miskin. Paling cuman kamu yang miskin atau atau malahan kita yang miskin.

Orang 1 : Benar-benar, benar! Apa yang kau bilang, kita yang miskin. Mau bukti daya beli rakyat tetap stabil, bus, mikromini, becak tetap jalan dan semua bisa makan kenyang di rumah-rumah istana. Cuman kita aja!

Orang 2 : Iya…ya aku baru sadar “lir ilir, tandure wus sumilir, tak ijo royo royo, tak senggo temanten anyar…”. Tapi bagaimana aku! apa yang harus aku makan besok. Sekarang saja jadi penganguran akibat di PHK, semua barang naik dan pengurangan tenaga kerja. Lha…ini…ini..imbasnya bagiku.

Orang 3 : Mungkin ada hikmah di balik itu, siapa tahu bentar lagi engkau akan mendapatkan kerja yang lebih baik dari buruh pabrik. Bangsa kita adalah bangsa yang makmur dan sejahtera dengan kesuburan tanahnya, kelebatan hutanya, kedalaman lautnya. Dan yang paling hebat sumber daya manusianya yang semakin cerdas.

Orang 1 : Itu baru aku setuju. Di berbagai bidang kita selalu unggul, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, ijthihad, musik, makanan dan minuman, spiritualiatas, kebonekanya dan masih banyak lagi yang tidak di miliki bangsa lain.

Orang 2 : Walaupun masyarakat, mahasiswa, pedagang dan anak kecil ikut demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, tetap saja harga semakin melambung tinggi. Tapi yang membuatku heran rakyat tetap tenang-tenang saja. Hanya aku saja yang ngeluh he he…!

Orang 3 : Buktinya sudah jelas, bangsa kita penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Harga-harga naik, jalan-jalan tetap macet penuh mobil, warung-warung makan tetap banyak pengunjungnya.

Orang 1 : Kesimpulanya Negara kita tetap menjadi bangsa yang kaya.

Orang 2 : Tapi apa untungnya buat aku.

Orang 3 : Tenang saja! Bentar lagi dana subsidi dari pemerintah untuk kita pasti turun. Pokoknya jangan kuatir.

Orang 1 : Kita sudah membincang ini dan itu. Dan inilah bukti nyatanya pemerintah menghargai rakyatnya.

Orang 2 : Aku tetap saja kuatir. Walau negeri ini kaya bagi ku tetap amat miskin dan pemerintah hanya akan meNsubsidi orang orang miskin yang benar-benar miskin.

Orang 3 : Jangan bersedih gitu lah….ini semuakan biar menenangkan hati dan jiwa kita.

Orang 1 : Kita harus tetap tersenyum karena kita adalah masyarakat yang memiliki nilai-nilai budaya yang luhur. Walaupun ini hanya sekedar hiburan.

Orang 2 : Jadi kalian ini…!

Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar

Orang 2 : Eeeeee…kalian ini dasar sok ya…!

Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar

Orang 1 : Ngangur di PHK ya…!

Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar

Orang 1 : Dasar…kakean ngomong cangkemu iku. Rakyat makmur, Negara kaya, orang-orangnya pinter…

Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar

Orang 2 : Ciluuuuuuuuuuup ba! Santai aja nikmati hidup ini he he

Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar, goblok kok tambah nyantai…

Orang 2 : katanya bentar lagi ada bantuan subsidi BTL (bantuan langsung tunai).

Orang 1 : Memang benar ada bantuan langsung tunai!

Orang 3 : Bantuan langsung tunai itu salah ha ha ha, yang benar BTL itu bantuan langsung tewas. Wong…kita tetap saja ngangur, miskin dan tetek bengeknya.

Orang 2 : Iya…ya…belum tentu subsidi itu cair kepada kita. Kan melewati bebrapa tahap, dari pendataan hingga sampai kepada masyarakat miskin.
Orang 1 : Di negeri yang sudah amat miskin ini. Pemerintah akan mendata orang-orang yang layak mendapatkanya.

Orang 3 : Semoga saja terdapat pendataan yang benar. Sebab biasanya pimpinan yang mengurusi bidang kemiskinan itu belum tentu kaya.

Orang 2 : Wah….pemikiranmu jelas-jelas bermutu.

Orang 3 : Ya….iyalah, masyak ya iya dong, orang cakep gitu lhoh.

Orang 1 : Benar-benar memuasakan, aku percaya sekarang. Saat ada pembagian sembako, bantuan dan subsidi banyak orang kaya yang ngaku-ngaku miskin.

Orang 2 : Terkadang juga seperti itu. Namanya aja duiiiit, siapa yang ngak mau.

Orang 3 : Secara materi mereka tetap kaya. Tapi batin, hati dan jiwa mereka merasa miskin. Maka juga perlu di kasihani. Membagikan sedikit harta kepada orang yang tidak mampu kan ibadah.

Orang1 : Jadi kesimpulanya baik kaya dan miskin tetap sama rata. Mendapatkan subsidi, bantuan dan sembako

Orang 2 dan 3 : Lha..itu baru adil.

Apa ada yang salah dengan bangsa ini?
Atau kita hanya tersenyum sendiri
Negeri seribu permadani intan, berlian dan permata
Menghias sulaman benang merah dan putih
Kita hidup di negeri pertiwi
Putih dan suci!
Manusia tak punya tempat kecuali di lorong-lorong
Kita hidup di bangsa garuda
Gagah dan berani!
Di mana keserakahan dan kerakusan sudah mendarah daging
Kekuasaan di perebutkan
Kemunafikan di budayakan
Kemiskinan di mapankan
Orang kaya mengaku miskin
Orang miskin mimpi ingin jadi kaya
Inilah negeri sejuta dongeng
Kebenaran sudah di abaikan
Keadilan sudah di tinggalkan

Yang ada hanya doa semoga negeriku baik-baik saja
Semarang, 12 Juli 2008
Read More..