<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626</id><updated>2012-02-16T20:36:29.409-08:00</updated><category term='misi'/><category term='kegiatan'/><category term='OPINI'/><category term='galeri'/><category term='info'/><category term='alat permainan edukatif'/><category term='opini ilmu'/><category term='DOWNLOAD'/><category term='download file'/><category term='sastra baru'/><category term='profil cahaya ilmu'/><category term='SASTRA'/><title type='text'>TPI-AUD CAHAYA ILMU SEMARANG</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-1782519760301902747</id><published>2011-09-22T02:31:00.000-07:00</published><updated>2011-09-22T02:31:35.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kegiatan'/><title type='text'>Seminar Parenting bersama Ayah Edy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5UdgiQuzzgU/TnsAIMFJ87I/AAAAAAAAAME/8_F-U4hQTFg/s1600/ci.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-5UdgiQuzzgU/TnsAIMFJ87I/AAAAAAAAAME/8_F-U4hQTFg/s320/ci.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-1782519760301902747?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/1782519760301902747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/09/seminar-parenting-bersama-ayah-edy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1782519760301902747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1782519760301902747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/09/seminar-parenting-bersama-ayah-edy.html' title='Seminar Parenting bersama Ayah Edy'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5UdgiQuzzgU/TnsAIMFJ87I/AAAAAAAAAME/8_F-U4hQTFg/s72-c/ci.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3407045297093312600</id><published>2011-05-11T20:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T13:42:04.806-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>PROFESIONALIME GURU ANAK USIA PRASEKOLAH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-GWDkGX7vZOY/TctZwCTbLEI/AAAAAAAAAMA/xs_vqSiZbUc/s1600/P2270422.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-GWDkGX7vZOY/TctZwCTbLEI/AAAAAAAAAMA/xs_vqSiZbUc/s200/P2270422.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px; text-align: justify;"&gt;Taman kanak-kanak sebagai lembaga prasekolah yang merupakan bagian terpenting dari rangkaian sistem sebagai upaya mengantarkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan dasar. Dalam pembelajaran di usia prasekolah atau TK merupakan bentuk pendidikan yang menyediakan program kegiatan belajar mengajar yang utuh. Pada jenjang pendidikan TK potensi anak-anak yang berhubungan dengan kecerdasan (intellegence), keterampilan (skill), bahasa (language), perilaku bersosialisasi (social behaviour), fisik (motorik) maupun kesenian (estetika) mulai tumbuh dan berkembang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Maka bimbingan dan bantuan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara profesional mutlak diperlukan agar kemampuan dan keterampilan anak-anak pada usia ini dapat berkembang secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya dukungan dari guru yang profesional dan lingkungan belajar yang mengasyikan serta media atau alat pembelajaran yang menarik.&lt;br /&gt;Seorang pendidik dalam proses pembelajaran dituntut untuk kreatif dan inovatif. Sebab dengan pendekatan kreatif anak dapat diajak untuk bisa menemukan hal baru. Salah satu faktor yang paling urgen dalam pembelajaran, yaitu perlu menciptakan hal yang baru, menyenangkan dan enak di terima. Setidaknya membuat anak betah atau dapat mengangap sekolahan sebagai rumah kedua (second home) setelah keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Pembelajaran merupakan hal yang sangat unik dan kompleks, karena didalam pengajaran merupakan profesi yang membutuhkan keterampilan yang memadahi. Pada dasarnya pembelajaran anak-anak berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak dan berorientasi pada kebutuhan anak. Pokok program pembelajaran untuk anak usia prasekolah membutuhkan dukungan pemerintah dan guru yang profesional dibidangnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Anak-anak pada masa ini peran belajarnya hanya baru sampai pada tahapan bermain. Sebab bermain bagi anak sesungguhnya merupakan rangkaian dari kegiatan belajar. Memberikan kesempatan anak untuk bermain hakekatnya sama dengan memberikan kesempatan bagi orang dewasa untuk bekerja.&lt;br /&gt;Maka dari itu tuntutan profesionalisme guru sangat dibutuhkan, hal ini terkait dengan landasan PAUD PP No. 27 Tahun 1990 dan UU No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Guru merupakan profesi atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Jadi sangar jelas sekali jika pekerjaan mendidik anak usia prasekolah tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang kependidikan, walaupun kenyataanya masih banyak guru TK dari kalangan luar kependidikan. Setidaknya guru mengetahui tugasnya yaitu profesi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan kepada anak didik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Dalam proses belajar-mengajar guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing dan memberikan fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam sistem pendidikan untuk membantu proses perkembangan siswa secara detail. Guru bagi anak prasekolah merupakan ibu, mereka harus memahami kondisi psikologis atau sifat kodrati pada anak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;Sebab pada anak pada masa ini perkembangan emosional dan egoisme anak sangat cepat. Guru juga berperan sebagai ahli interuksional, motivator, konselor yang dapat memberikan dorongan bagi anak untuk selalu berkreatifitas. Guru adalah ibu kedua bagi anak-anak setelah ibu susuannya, maka tak pelak jika perilaku anak adalah perilaku guru. Guru juga berperan aktif dalam setiap kegiatan anak dan menciptakan pembelajaran yang mengasyikan bagi anak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 15px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;Profesionalitas pendidikan merupakan suatu bentuk pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman, peningkatan kualitas pendidikan harus senantiasa dilakukan untuk mengimbangi pesatnya perkembangan dan perubahan zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3407045297093312600?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3407045297093312600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/05/profesionalime-guru-anak-usia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3407045297093312600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3407045297093312600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/05/profesionalime-guru-anak-usia.html' title='PROFESIONALIME GURU ANAK USIA PRASEKOLAH'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-GWDkGX7vZOY/TctZwCTbLEI/AAAAAAAAAMA/xs_vqSiZbUc/s72-c/P2270422.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3912651704343531869</id><published>2011-03-25T03:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T07:04:42.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>MENUMBUHKAN RASA PeDe PADA ANAK</title><content type='html'>&lt;a href="www.lukni.blogspot.com"&gt;Oleh : S.Arini Baroroh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua mana yang tidak&lt;/a&gt; ingin anaknya seperti bocah ajaib pengukir sejarah dunia, seperti Thomas Alva Edison, Albert Einstein, BJ Habibie, Tufik Hidayat (pemain bulutangkis), atau seperti Samuel ( penyanyi cilik AFI Junior), Brandon (IMB) dan JP Millenix (Drummer ). Paling tidak anak punya keberanian untuk mencontoh semangat dan perilaku tokoh-tokoh tersebut meraih prestasi dalam hidupnya maupun  segenap kemampuannya. Namun kini persoalannya adalah bagaimana mewujudkan harapan orang tua tsb menjadi kenyataan.&lt;span class="fullpost"&gt;Jika kita amati anak-anak kita, seringkali anak mengeluh tidak punya kemampuan apa-apa, merasa tidak bisa melakukan sesuatu, ketika belajar mudah menyerah. Jika diminta melakukan sesuatu, anak takut secara berlebihan dan merasa tidak yakin dapat melakukannya. Apalagi keberaniannya. Kita sering direpotkan perilaku anak di saat ada banyak teman sebaya didekatnya, anak malah takut untuk bermain bersama dan terus berlindung dibalik orangtuanya. Anak tidak punya keberanian untuk berkomunikasi dengan orang lain. Untuk menyampaikan keinginannya saja anak tidak berani apalagi berbicara di depan orang banyak. Sebagai contoh berikut ini :&lt;br /&gt;“Di rumah Tania bagaikan bintang panggung,” cerita Dian seorang ibu muda tentang gadis ciliknya. Betapa tidak, si kecil yang berumur 5 tahun itu pintar menyanyi, gemar menari mengikuti gerak penari di TV. Tapi jangan ditanya penampilannya didepan orang banyak. “ Ia seperti siput “.  Begitu Dian menilai anaknya yang kurang percaya diri..Nggak Pede ! Karena kekhawatiran akan masa depan anaknya , Dian amat peduli pada kepercayaan diri anaknya.&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak dapat memungkiri, anak yang kurang memiliki percaya diri , akan menghambat prestasi intelektual, ketrampilan dan kemandirian anak. Anak jadi tidak cakap dalam segala hal dan tidak punya keberanian mengaktualisasikan segenap kemampuan yang dimiliki. Bagaimana ini bisa terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusaknya Kepercayaan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat begitu pentingnya membangun kepercayaan diri sebagai sumber energy (kekuatan) diri anak untuk dapat mengaktualisasi diri secara utuh, maka anak membutuhkan bantuan kita. Peran orang tua sangat vital dalam menumbuhkan percaya diri anak karena orang tuanyalah yang paling berpengaruh dan terdekat hubungannya dengan anak.&lt;br /&gt;Percaya diri adalah merasa nyaman tentang diri sendiri dan penilaian orang lain terhadap diri sendiri.. Konsekuensinya saat seseorang mengatakan tidak pede adalah bila dia merasa tak nyaman tentang diri sendiri. Orang yang tidak PD merasa terus menerus jatuh, takut untuk mencoba, merasa ada yang salah dengan dirinya, merasa tak diperhitungkan orang. Ada persaan khawatir menghadapi dunia karena mereka melihatnya sebagai tempat yang bermusuhan.&lt;br /&gt;Kepercayaan pada diri sendiri tidak dapat tumbuh dalam satu hari dengan menerapkan cara berpikir positif. Ia terbentuk sejak bayi. Lingkungan punya andil membentuknya. Jika dibaratkan jiwa manusia itu seperti kendi tabungan.. Orangtua, kakek, nenek, teman, guru, tetangga adalah orang-orang sekitar anak yang mengisi atau bahkan menguras kendi itu. Kalau mereka semua memberikan penghargaan, kasih sayang, perhatian,dorongan dan semua yang positif, kendi itu jadi kencang, indah dan bersinar. Sebaliknya bila yang dilempar itu kritikan , perbandingan, dengan orang lain, cacian, label, kurang perhatian dan semua yang negative, kendi itu akan kempot. Ibarat tabungan yang terus didebit, jiwa itu mengerut. Sebagai introspeksi, mari kita lihat anak kita, termasuk kendi yang manakah mereka ?&lt;br /&gt;Dalam proses tumbuh dari bayi, balita,awal sekolah, pra remaja hingga remaja, anak menghadapi berbagai tantangan, namun seringkali orang tua menghindarkan mereka dari tantangan dengan berbagai alasan. Sebagai contoh :&lt;br /&gt;Sering terjadi anak sudah berumur 7-8 th. Anak seumur itu mulai mandiri, lingkup perhatianya sudah meluas dan punya pilihan sendiri, tapi si ibu masih saja menyiapkan pakaian untuknya. Anak sering dihindarkan dari tantangan dan respek dirinyapun turun, Pada akhirnya kepercayaan dirinya rusak,.Pada anak tumbuh perasaan seperti tidak mampu melakukan sesuatu, selalu perlu diarahkan , dan suka membela diri.&lt;br /&gt;Banyak orang tua kurang menyadari peran dalam membangun PD anak. Tak jarang malah orang tua menjadi penyebab rusaknya / tdak berkembangnya PD anak, karena terlalu dimanja, tidak dibina dan dilatih, atau kurang menyadari anak mengalami kesulitan membangun PDnya. Kadang orang tua salah menanggapi ketidakmampuan anak mengembangkan PDnya karena terlalu merepotkan ortu. Tidak jarang kita bertindak reaktif menanggapi anak yang tidak memiliki PD. Padahal sikap reaktif kita malah membuat anak semakin tertekan dan tidak berdaya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat-kiat Membangun Percaya Diri Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal membuat anak PD adalah respek, seperti kata RasuluLLah SAW “ Hormatilah anakmu, hargailah anakmu “.&lt;br /&gt;Sebagai wujud konkret, bahasa respek adalah bahasa baik (positif) dan bicara secara baik-baik. Ini harus dirasakan anak dan ditunjukkan dengan perbuatan sehingga anak merasa dihargai. Langkah berikutnya, memberi kesempatan terus menerus untuk menguji kemampuan dan belajar dari keberhasilan dan kegagalannya. Ini menjadi landasan yang kuat bagi harga diri yang diperlukan pada kehidupan usia dewasa. Kemudian beri dorongan secara tulis. Peningkatan sekecil apapun harus dihargai. Begitu berhasi mengatasi tantangan-tantngannya perasaan positif terhadap diri sendiri pun tumbuh. Ganjaran atas prestasinya membuat anak yakin akan kemampuan dirinya. Keyakinan ini memicu konsep diri positif dan harga dirinya tumbuh positif dan akhirnya anak  tumbuh percaya diri. &lt;br /&gt;Masalahnya orang tua kadang meletakkan harapan terlalu tinggi pada anak. Akibatnya anak dihujani kritikan. Orang tua juga suka membandingkan anaknya dengan anak lain.Proses penumbuhan kepercayaan diri tidak melulu pada diri anak. Untuk membuat anak-anak PD, orang tua harus PD dulu. Orang tua harus menjadi role model yang sehat bagi anak-anaknya. Orang tua harus dapat menerima dan menghargai dirinya sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Menerima kelebihan dan kekurangan diri itu wujud percaya diri. Caranya dapat dengan menghargai usaha dan keberhasilan yang dicapai. MIsalnya “ Alhamdulillah selesai juga akhirnya baju buatan mama ini “. atau “Yaa, mama gagal lagi , tapi mama  sudah berusaha lho.”&lt;br /&gt;Karena itu untuk melahirkan anak yang memiliki percaya diri, marilah kita sebagai orang tua terlebih dulu membangun kepercayaan diri kita . Bebrapa hal yang perlu dipelajari dalam mengembangkan percaya diri anak :&lt;br /&gt;1. Mengembangkan konsep diri positif&lt;br /&gt;2. Mengembangkan kemampuan membangun performance/penampilan diri&lt;br /&gt;3. Mengembangkan kemampuan mampu berbuat sesuatu&lt;br /&gt;4. Mengeksplor kemampuan intelektual &lt;br /&gt;5. Mengembangkan kemampuan menghadapi masalah/ujian/cobaan&lt;br /&gt;6. Mengembangkan kretivitas&lt;br /&gt;7. Mengembangkan Kemampuan berbicara/komunikasi&lt;br /&gt;8. Mengembangkan kemampuan bergaul/sosialisasi&lt;br /&gt;9. Mengembangkan kemampuan pengendalian diri, menangani konflik&lt;br /&gt;10. Mengembangkan kemampuan kemandirian anak&lt;br /&gt;Selamat belajar dan mencoba, semoga akan  mengantarkan anak  kepada KESUKSESAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3912651704343531869?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3912651704343531869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/03/menumbuhkan-rasa-pede-pada-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3912651704343531869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3912651704343531869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/03/menumbuhkan-rasa-pede-pada-anak.html' title='MENUMBUHKAN RASA PeDe PADA ANAK'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3095870233530122939</id><published>2011-02-15T23:14:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T23:39:18.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>SINERGI POLA ASUH DI RUMAH DAN SEKOLAH UNTUK MENJADIKAN ANAK BERKARAKTER</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Dedy Andrianto*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Taburlah satu  pikiran positif, maka akan menuai tindakan.&lt;br /&gt;Taburlah satu tindakan,&lt;br /&gt;maka akan menuai kebiasaan.&lt;br /&gt;Taburlah satu kebiasaan,&lt;br /&gt;maka akan menuai karakter.&lt;br /&gt;Taburlah satu karakter,&lt;br /&gt;maka akan menuai nasib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(anonim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Assalam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;u’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ibu yang mulia....&lt;br /&gt;Saat di layar televisi kita melihat berbagai tindak kekerasan, pelecehan seksual dan tindak kriminal lainnya yang terjadi baik dalam keluarga maupun di lingkungan lain, maka muncul pertanyaan di benak kita : ”Apa yang terjadi dengan bangsa kita? Apa ada yang salah ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apa yang didengar, dilihat dan dialami oleh kita tersebut mengacu kepada satu hal, yaitu karakter. Dalam hal ini, menurut beberapa pakar pendidikan, peran sekolah hanya mencapai 20%, lingkungan juga 20%, namun orang tua/keluarga mencapai : 60%. Namun jika peran orang tua tidak berfungsi, &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;maka peran ini akan diambil alih lingkungannya, bukan sekolah.!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jRh31jnvb6g/TVt9DOqidAI/AAAAAAAAAL4/CIbOeyYkvio/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 147px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jRh31jnvb6g/TVt9DOqidAI/AAAAAAAAAL4/CIbOeyYkvio/s200/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574186458230715394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sebagai Pendidik dan Orang Tua,&lt;br /&gt;Apa Yang Bisa Kita Lakukan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Didik dan persiapkanlah anak-anakmu&lt;br /&gt;karena mereka diciptakan&lt;br /&gt;untuk hidup pada masa yang berbeda dengan masamu&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib RA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya di sini, sebagai orang tua maupun guru, kita tidak bisa mengandalkan pengalaman saja untuk mendidik an&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ak, tetapi kita harus selalu belajar, karena dengan belajar, kita dapat mengetahui kebutuhan anak-anak kita di masa mendatang, sehingga kita bisa menyiapkan, dan nantinya anak-anak kita bisa menghadapinya dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. MEMAHAMI DUNIA ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak-anak bermain adalah pekerjaannya. Bahkan oleh Ki Hadjar Dewantara, (1948 : 262), memberikan penekanan : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Apabila ada seseorang anak tidak suka bermain – main,&lt;br /&gt;bolehlah dipastikan bahwa anak itu sedang sakit jasmaninya maupun rohaninya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. MENGETAHUI KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-N3qrMHTnHQA/TVt7_9hh2GI/AAAAAAAAALo/_uUUyZ-jgvc/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-N3qrMHTnHQA/TVt7_9hh2GI/AAAAAAAAALo/_uUUyZ-jgvc/s200/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574185302578288738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertumbuhan fisik otak&lt;br /&gt;Pada saat manusia berumur 0 – 6 tahun, otak tumbuh mencapai = 90 %&lt;br /&gt;Kemudian pada umur 6 – 12 tahun, bertambah 10 % menjadi sempurna.&lt;br /&gt;Perkembangan kecerdasan kognisi otak&lt;br /&gt;Saat manus&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ia berumur 0 – 4 tahun, kecerdasan sudah mencapai 50 %&lt;br /&gt;Kemudian umur 4 – 8 tahun, bertambah 30% menajadi 80%.&lt;br /&gt;Dan pada umur antara 8 – 18 tahun otak berkembang hanya 20 %.&lt;br /&gt;  (sumber : Dr. Osborn. Dr. White, dan Dr. Bloom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa perkembangan otak manusia umur 0 – 8 tahun yang telah mencapai 80 % ini, menurut Tony Buzan, ternyata OTAK KANAN berkembang lebih banyak (80%), dan otak kirinya 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Co&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6NVdPDKoCZE/TVt8qwN399I/AAAAAAAAALw/QfakbYQvy3M/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 165px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6NVdPDKoCZE/TVt8qwN399I/AAAAAAAAALw/QfakbYQvy3M/s200/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574186037740566482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;balah pahami kembali potensi kecerdasan pada otak KANAN (karena fungsinya berkembang lebih banyak=80%), sehingga untuk mereka, pembelajaran seharusnya melalui fungsi otak kanan dan otak kiri,, yaitu dengan cara : MENYANYI, BERCERITA, MENGGAMBAR, EKSPLORASI dan BERMAIN. Sehingga normal dan sangat wajar apabila mereka sangat menyukai hal ini.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Ketika kita mengajarkan sebuah lagu pada anak, (misal = lagu ’Disini Senang’). Menyanyi akan mengembangkan potensi musikal di otak kanan. Saat lagu ini dinyanyikan dengan gerakan tepuk misalnya, inipun baru mengembangkan potensi kinestetik di otak kanan. Padahal pembelajaran holistik, otak kirinya juga harus terstimulasi. Sehingga akan lebih efektif apabila saat menyanyi, gerakan tidak hanya sekedar tepuk saja, namun bisa disesuaikan dengan syair lagunya. Saat mengucapkan ”di sini Senang ....... dst”, posisi tangan menunjukkan posisi ’di sini’ dan seterusnya, sehingga menjadi kontekstual/nyata/ sesuai dengan apa yang dikatakan.&lt;br /&gt;(2) Ketika kita mengajarkan baca dan hitung, adalah mengajarkan kecerdasan bahasa, matematika, yang berada pada potensi kecerdasan otak kiri, banyak cara yang bisa kita lakukan melalui fungsi otak kanan, misalnya melalui bernyanyi, bercerita, bermain atau eksplorasi.&lt;br /&gt;(3) Saat kita mengajari menulis, sebenarnya dominan mengembangkan kecerdasan visual spasial di otak kiri. Agar bisa holistik, kita bisa mengajarkan dengan cara menggambar, main puzzle, meremas dan merobek kertas, menempel dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi Prinsip KEPENTINGAN TERBAIK UNTUK SEMUA ANAK&lt;br /&gt;Pendidik di Sekolah Orang Tua di Rumah&lt;br /&gt;• Membuat SKH/RKH sesuai dengan tema dan perkembangan usia&lt;br /&gt;• Mengajar dengan menyesuaikan gaya belajar anak&lt;br /&gt;• Mengajar dengan berpusat pada anak.&lt;br /&gt;• Menyiapkan APE dan Menata Lingkungan Main&lt;br /&gt;• Menyapa Anak dengan ramah&lt;br /&gt;• Menyiapkan Permainan Kinestetik&lt;br /&gt;• Mengenalkan pada Tuhannya, sesuai keyakinan anak, melalui doa.&lt;br /&gt;• Membuat aturan main&lt;br /&gt;• Memberikan beberapa pilihan untuk main&lt;br /&gt;• Memberikan dukungan, motivasi dan bimbingan.&lt;br /&gt;• Memberikan waktu yang cukup untuk bermain&lt;br /&gt;• Melatih dan mengajak anak bertanggung jawab, dengan membereskan mainan&lt;br /&gt;• Mengingatkan dan memaknai kembali kegiatan yang telah dilakukan&lt;br /&gt;• Mengevaluasi pembelajaran, dll • Menyiapkan fisik dan mental pada saat kehamilan&lt;br /&gt;• Memberikan nama yang baik&lt;br /&gt;• Membuatkan akte kelahiran&lt;br /&gt;• Memberikan ASI eksklusif&lt;br /&gt;• Memberikan makanan dengan gizi yang seimbang&lt;br /&gt;• Menjaga dari makanan yang tidak sehat&lt;br /&gt;• Memberikan pendidikan usia dini (bisa dirumah atau di sekolah dengan memperhatikan minat, keinginan dan sesuai dengan perkembangan usianya)&lt;br /&gt;• Jika sekolah, pilihkanlah sekolah yang terbaik untuk anak.&lt;br /&gt;• Motivasi dan berikan kasih sayang yang tepat.&lt;br /&gt;• Fasilitasi dan siapkan lingkungan yang kondusif sesuai dengan kebutuhan yang terbaik untuknya&lt;br /&gt;• dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi Prinsip PERKEMBANGAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP&lt;br /&gt;Pendidik di Sekolah Orang Tua di Rumah&lt;br /&gt;• Memahami perkembangan anak&lt;br /&gt;• Memahami gaya belajar anak ; auditorial, visual dan kinestetik.&lt;br /&gt;• Ikut menjaga kesehatan anak dengan mengecek bekal makanan yang dibawa anak.&lt;br /&gt;• Mengembangkan aspek-aspek perkembangan (Nilai, moral dan agama, Kognitif, Bahasa, Sosial dan emosional, Fisik, Seni, Kecakapan hidup)&lt;br /&gt;• Memberikan dukungan, motivasi, bimbingan sesuai minat anak.&lt;br /&gt;• Mampu menilai anak sesuai dengan perkembangannya, dll • Memberikan ASI eksklusif (0 – 6 bulan)&lt;br /&gt;• Memberikan makanan yang bergizi dan seimbang&lt;br /&gt;• Menjaga kesehatan anak dengan pola hidup sehat dan teratur&lt;br /&gt;• Bersama-sama diskusi membuat aturan rumah dan harus konsisten dengan aturan yang ada.&lt;br /&gt;• Memberikan contoh yang baik pada anak&lt;br /&gt;• Mengatur jadwal menonton TV ; maksimal 2 jam/hari, tidak terus-menerus.&lt;br /&gt;• Mendampingi saat menonton TV.&lt;br /&gt;• Memahami perkembangan anaknya&lt;br /&gt;• (Berusaha) Mengetahui bakat dan minat anak, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi Prinsip MENGHARGAI PENDAPATNYA&lt;br /&gt;Pendidik di Sekolah Orang Tua di Rumah&lt;br /&gt;• Mendidik dengan sikap dan kata-kata yang positif&lt;br /&gt;• Tidak memberikan labeling, atau penilaian yang negatif&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan untuk berpendapat, mengungkapkan perasaannya&lt;br /&gt;• Memberikan penghargaan atas semua karya anak&lt;br /&gt;• Tidak membanding-bandingkan dengan anak lain, dll • Mendidik dengan sikap dan kata-kata yang positif&lt;br /&gt;• Tidak memberikan labeling, atau penilaian yang negatif&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan untuk berpendapat, mengungkapkan perasaannya&lt;br /&gt;• Tidak membanding-bandingkan dengan anak lain, dll&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi Prinsip NONDISKRIMINASI/keadilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidik di Sekolah Orang Tua di Rumah&lt;br /&gt;• Memperlakukan anak dengan adil ; tidak membeda-bedakan berdasar status sosial dan membanding-bandingkan&lt;br /&gt;• Memberikan kebutuhan anak dengan proporsional (misal : berdoa, tidak boleh disamakan, harus sesuai dengan keyakinannya masing-masing)&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan main yang sama, baik anak laki-laki atau perempuan, baik yang normal atau yang berkebutuhan khusus, dll • Memperlakukan anak dengan adil ; tidak membeda-bedakan dan membanding-bandingkan dengan saudara kandung atau temannya&lt;br /&gt;• Memberikan kebutuhan anak dengan proporsional (misal : beribadah tidak harus menunggu dewasa dulu, tapi harus sejak dini)&lt;br /&gt;• Memberikan dukungan dan kesempatan yang sama sesuai dengan minatnya, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak Ibu yang tersayang, mari kita renungkan .....&lt;br /&gt;Pembelajaran Tidak Selaras Perkembangan Pembelajaran Selaras Perkembangan&lt;br /&gt;• Semua anak melakukan aktivitas yang sama di saat yang sama.&lt;br /&gt;• Guru/ortu berperan memberi instruksi, memerintah&lt;br /&gt;• Banyak waktu digunakan anak untuk duduk, mendengarkan, mengerjakan tugas yang diperintahkan.&lt;br /&gt;• Material yang digunakan lebih banyak kertas dan pensil/worksheet.&lt;br /&gt;• Jadwal disusun untuk memenuhi kebutuhan guru agar anak menyelesaikan tugasnya.&lt;br /&gt;• Relasi anak-guru lebih menyerupai guru-murid, tidak tercipta hubungan yang hangat.&lt;br /&gt;• Fokus pada produk belajar, menyempitkan belajar berdasarkan target yang sama untuk setiap anak dalam kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;• Kegiatan berbasis subjek/mata pelajaran/aspek perkembangan yang parsial, dengan waktu yang terbatas, anak tidak memaknai koneksi satu kegiatan dengan yang lain.&lt;br /&gt;• Bermain hanya digunakan saat istirahat, sebagai pengisi waktu kosong saat anak sudah menyelesaikan tugas dengan sistem.&lt;br /&gt;• Kegiatan rutin seperti membersihkan dan merapikan kelas dilakukan oleh guru karena dianggap lebih efektif dan biasanya dilakukan terburu-buru dan kacau.&lt;br /&gt;• Menerapkan tes yang tunggal, sesaat dan sempit untuk menentukan apakah anak layak masuk dalam sebuah level/program tertentu, menuntut anak siap menyesuaikan diri • Anak difasilitasi untuk melakukan hal yang beragam sesuai minat dan kebutuhannya.&lt;br /&gt;• Guru dan orang tua berperan sebagai fasilitator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Anak bergerak dengan aktif, melakukan eksplorasi, memunculkan inisiatif, menemukan problem solving, berkomunikasi aktif.&lt;br /&gt;• Banyak penggunaan benda konkrit yang dekat dengan kehidupan anak/bermakna.&lt;br /&gt;• Jadwal bisa bersifat fleksibel seusai dengan pemenuhan minat anak.&lt;br /&gt;• Guru/ortu menjalin hubungan yang akrab, hangat, saling menghargai.&lt;br /&gt;• Setiap anak memiliki tujuan belajar yang berbeda, sesuai dengan kekuatan dan keterbatasannya.&lt;br /&gt;• Kegiatan terintegrasi, karena guru melihat aspek perkembangan emosi, sosial, kognisi, bahasa saling berkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bermain adalah strategi utama bagi pembelajaran anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Guru/ortu melihat kegiatan rutin (makan, minum, beres-beres, cuci tangan, ke toilet) sama bernilainya dengan “kegiatan belajar” bagi anak untuk mendapatkan  beragam pengalaman.&lt;br /&gt;• Guru/ortu percaya bahwa anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda, bahwa belajar adalah hak anak dan bahwa sistem harus mampu dikelola untuk memenuhi kebutuhan anak, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan dalam pengasuhan anak di keluarga akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik. Kegagalan keluarga dalam melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, akan mempersulit institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) dalam upaya memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak-anak mereka dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Bunda yang kami cintai…. Selamat Belajar,&lt;br /&gt;Semoga kita bisa menjaga anak kita di usia emasnya, sehingga mereka menjadi manusia yang bertaqwa dan banyak manfaatnya pada sesama. Amin&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Makalah pernah disampaikan oleh Dedy Andrianto : &lt;br /&gt;(praktisi Parenting, Motivator, dan Konsultan Pendidikan), &lt;br /&gt;pada berbagai Seminar Parenting,&lt;br /&gt;Hp. 08122856044, email : andriantodedy@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3095870233530122939?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3095870233530122939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/sinergi-pola-asuh-di-rumah-dan-sekolah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3095870233530122939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3095870233530122939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/sinergi-pola-asuh-di-rumah-dan-sekolah.html' title='SINERGI POLA ASUH DI RUMAH DAN SEKOLAH UNTUK MENJADIKAN ANAK BERKARAKTER'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-jRh31jnvb6g/TVt9DOqidAI/AAAAAAAAAL4/CIbOeyYkvio/s72-c/3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3146100347923817402</id><published>2011-02-11T05:14:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T05:23:13.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>Implementasi Hak Anak Sesuai Fitrahnya, akan Menciptakan Pembelajaran Holistik dan Integratif DI PAUD TPQ</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Dedy Andrianto *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia emas anak 0 – 8 tahun, pembelajaran holistik merupakan cara belajar dengan menggunakan otak holistik, yaitu fungsi otak kanan dan kiri secara tepat, dan menjelaskan hubungan antara materi satu dengan lainnya secara aktif, kreatif dan menyenangkan.&lt;br /&gt;Sebelumnya kita harus memahami potensi kecerdasan anak, yang akan menjadi modal untuk mewujudkan anak yang ideal. Dan tentunya semua potensi itu tersimpan dan bagian tubuh yang sangat penting, yaitu OTAK kita. &lt;br /&gt;Untuk itu, mari kita pelajari otak manusia, sebagai modal kecerdasan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertumbuhan fisik otak&lt;br /&gt;Pada saat manusia berumur 0 – 6 tahun, otak tumbuh mencapai = 90 %&lt;br /&gt;Kemudian pada umur 6 – 12 tahun, bertambah 10 % menjadi sempurna.&lt;br /&gt;Perkembangan kecerdasan kognisi otak&lt;br /&gt;Saat manusia berumur 0 – 4 tahun, kecerdasan sudah mencapai 50 %&lt;br /&gt;Kemudian umur 4 – 8 tahun, bertambah 30% menajadi 80%.&lt;br /&gt;Dan pada umur antara 8 – 18 tahun otak berkembang hanya 20 %.&lt;br /&gt;    (sumber : Dr. Osborn. Dr. White, dan Dr. Bloom)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa perkembangan otak manusia umur 0 – 8 tahun yang telah mencapai 80 % ini, menurut Tony Buzan, ternyata OTAK KANAN berkembang terlebih dahulu, kemudian baru otak kirinya. &lt;br /&gt;Jadi untuk dapat memahami anak, seorang Ustadz/dzahan harus memberikan stimulasi pembelajaran melalui otak kanan dan otak kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah pahami kembali potensi kecerdasan pada otak KANAN (karena fungsinya berkembang lebih banyak=80%), sehingga untuk mereka, pembelajaran seharusnya melalui fungsi otak kanan dan otak kiri,, yaitu dengan cara : MENYANYI, BERCERITA, MENGGAMBAR, EKSPLORASI dan BERMAIN. Sehingga normal dan sangat wajar apabila mereka sangat menyukai hal ini. &lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;(1) Ketika kita mengajarkan sebuah lagu pada anak, (misal = lagu ’Disini senang’). Menyanyi akan mengembangkan potensi musikal di otak kanan. Saat lagu ini dinyanyikan dengan gerakan tepuk misalnya, inipun baru mengembangkan potensi kinestetik di otak kanan. Padahal pembelajaran holistik, otak kirinya juga harus terstimulasi. Sehingga akan lebih efektif apabila saat menyanyi, gerakan tidak hanya sekedar tepuk saja, namun bisa disesuaikan dengan syair lagunya. Saat mengucapkan ”di sini senang ....... dst”, posisi tangan menunjukkan posisi ’di sini’ dan seterusnya, sehingga menjadi kontekstual/nyata/ sesuai dengan apa yang dikatakan. &lt;br /&gt;(2) Ketika kita mengajarkan baca dan hitung, adalah mengajarkan kecerdasan bahasa, matematika, yang berada pada potensi kecerdasan otak kiri, banyak cara yang bisa kita lakukan melalui fungsi otak kanan, misalnya melalui bernyanyi, bercerita, bermain atau eksplorasi.&lt;br /&gt;(3) Saat kita mengajari menulis, sebenarnya dominan mengembangkan kecerdasan visual spasial di otak kiri. Agar bisa holistik, kita bisa mengajarkan dengan cara menggambar, main puzzle, meremas dan merobek kertas, menempel dll.  Angka dan huruf terdiri dari titik, garis dan lengkung, demikian dengan gambar. Akan lebih menyenangkan jika tahap menulis angka dan huruf dilakukan dengan aktivitas gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Implementasi Hak Anak di TPQ dan Keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Ustadz/dzah dan Orang Tua, Apa Yang Bisa Kita Lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;A. Prinsip KEPENTINGAN TERBAIK UNTUK SEMUA ANAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ustadz/dzah Orang Tua/Keluarga&lt;br /&gt;• Membuat SKH/RKH yang holistik dan integratif sesuai dengan tema dan perkembangan usia&lt;br /&gt;• Mengajar dengan menyesuaikan gaya belajar anak&lt;br /&gt;• Mengajar dengan berpusat pada anak dan MENYENANGKAN.&lt;br /&gt;• Menyiapkan APE dan Menata Lingkungan Main&lt;br /&gt;• Menyapa Anak dengan ramah&lt;br /&gt;• Menyiapkan Permainan Kinestetik (fisik motorik)&lt;br /&gt;• Mengenalkan pada Tuhannya, sesuai keyakinan anak, melalui doa dan ibadah.&lt;br /&gt;• Membuat aturan main bersama anak&lt;br /&gt;• Memberikan beberapa pilihan untuk main&lt;br /&gt;• Memberikan dukungan, motivasi dan bimbingan.&lt;br /&gt;• Memberikan waktu yang cukup untuk bermain&lt;br /&gt;• Melatih dan mengajak anak bertanggung jawab, dengan membereskan mainan &lt;br /&gt;• Mengingatkan dan memaknai kembali kegiatan yang telah dilakukan&lt;br /&gt;• Menghubungkan dengan semua aspek dan mengkaitkan dengan kehidupan anak.&lt;br /&gt;• Dll • Para ibu menyiapkan fisik dan mental pada saat kehamilan&lt;br /&gt;• Memberikan nama yang baik&lt;br /&gt;• Membuatkan akte kelahiran&lt;br /&gt;• Memberikan ASI eksklusif (6 bulan)&lt;br /&gt;• Memberikan makanan dengan gizi yang seimbang&lt;br /&gt;• Menjaga dari makanan yang tidak sehat (JAJANAN yang mengandung zat kimia = pemanis, pengawet dan pewarna buatan)&lt;br /&gt;• Memberikan Ustadz/dzahan usia dini (bisa dirumah atau di sekolah dengan memperhatikan minat, keinginan dan sesuai dengan perkembangan usianya)&lt;br /&gt;• Jika sekolah, pilihkanlah sekolah yang terbaik untuk anak, yang memenuhi kebutuhan anak.&lt;br /&gt;• Memberikan motivasi dan berikan kasih sayang yang tepat (mendidik).&lt;br /&gt;• Fasilitasi dan siapkan lingkungan yang kondusif sesuai dengan kebutuhan yang terbaik untuknya&lt;br /&gt;• dll&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Prinsip PERKEMBANGAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP (tumbuh dan kembang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ustadz/dzah Orang Tua/Keluarga&lt;br /&gt;• Memahami pertumbuhan anak (Memahami perkembangan anak&lt;br /&gt;• Memahami gaya belajar anak yang berbeda ; auditorial, visual atau kinestetik.&lt;br /&gt;• Ikut menjaga kesehatan anak dengan mengecek bekal makanan minuman (jajan) yang dibawa anak.&lt;br /&gt;• Mengawasi anak saat bermain.&lt;br /&gt;• Mengembangkan aspek-aspek perkembangan (Nilai moral dan Agama, Kognitif, Bahasa, Sosial dan emosional, Fisik, Seni, Kecakapan hidup)&lt;br /&gt;• Memberikan dukungan, motivasi, bimbingan sesuai minat anak.&lt;br /&gt;• Mampu menilai anak sesuai dengan perkembangannya&lt;br /&gt;• Dll • Memberikan ASI eksklusif (0 – 6 bulan)&lt;br /&gt;• Memberikan makanan yang bergizi, cukup dan seimbang&lt;br /&gt;• Menjaga kesehatan anak dengan pola hidup sehat dan teratur&lt;br /&gt;• Mengawasi saat anak bermain.&lt;br /&gt;• Bersama-sama diskusi membuat aturan rumah dan harus konsisten dengan aturan yang ada.&lt;br /&gt;• Memberikan contoh yang baik pada anak&lt;br /&gt;• Mengatur jadwal belajar dan membatasi waktu menonton TV.&lt;br /&gt;• Mendampingi saat menonton TV.&lt;br /&gt;• Memahami perkembangan anak dan mengetahui bakat minat anak, dengan cara menjalin komunikasi dengan anak serta gurunya. dll&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;C. Prinsip MENGHARGAI PENDAPATNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ustadz/dzah Orang Tua/Keluarga&lt;br /&gt;• Mendidik dengan sikap dan kata-kata yang positif&lt;br /&gt;• Tidak memberikan labeling, atau penilaian yang negatif&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan untuk berpendapat, mengungkapkan perasaannya&lt;br /&gt;• Memberikan penghargaan atas semua karya anak&lt;br /&gt;• Tidak membanding-bandingkan dengan anak lain&lt;br /&gt;• Dll • Mendidik dengan sikap dan kata-kata yang positif&lt;br /&gt;• Tidak memberikan labeling, atau penilaian yang negatif&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan untuk berpendapat, mengungkapkan perasaannya&lt;br /&gt;• Tidak membanding-bandingkan dengan anak lain&lt;br /&gt;• dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip NONDISKRIMINASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ustadz/dzah Orang Tua/Keluarga&lt;br /&gt;• Memperlakukan anak dengan adil ; tidak membeda-bedakan berdasar status sosial dan membanding-bandingkan&lt;br /&gt;• Memberikan kebutuhan anak dengan proporsional (misal : berdoa, tidak boleh disamakan, harus sesuai dengan keyakinannya masing-masing)&lt;br /&gt;• Memberikan kesempatan main yang sama, baik anak laki-laki atau perempuan, baik yang normal atau yang berkebutuhan khusus. dll • Memperlakukan anak dengan adil ; tidak membeda-bedakan dan membanding-bandingkan dengan saudara kandung atau temannya&lt;br /&gt;• Memberikan kebutuhan anak dengan proporsional (misal : beribadah tidak harus menunggu dewasa dulu, tapi harus sejak dini)&lt;br /&gt;• Memberikan dukungan dan kesempatan yang sama sesuai dengan minatnya.&lt;br /&gt;• dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHA merupakan bagian integral dari Hak Asasi Manusia dan bersifat: &lt;br /&gt;UNIVERSAL =  Berlaku untuk semua manusia di mana saja&lt;br /&gt;INALIENABLE  =   Tidak boleh dirampas oleh siapa pun dan tidak boleh diserahkan walaupun secara sukarela kepada siapa pun&lt;br /&gt;INDIVISIBLE = Tidak ada hirarki (tingkatan pemenuhan) antara satu hak dan hak lainnya&lt;br /&gt;  Tidak ada istilah = ini dulu ... baru itu...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita mengambil hak dan kebutuhan anak usia dini dalam belajar. Karena dengan membebaninya dengan cara belajar yang tidak sesuai dengan fitrahnya, misalnya dengan cara skolastik (anak duduk, diam, dalam waktu yang lama, dan TIDAK MENYENANGKAN !), HANYA akan membuat anak-anak BISA, tetapi beberapa lama berikutnya menjadi TIDAK SUKA, padahal jika anak tidak suka lagi belajar, maka itulah awal kegagalan kehidupannya, karena pelajaran yang diterimanya tidak terbawa dalam perilakunya dikemudian hari, sehingga anak yang demikian akan menjadi BEBAN, bagi orang tua dan lingkungannya.&lt;br /&gt;Pada anak usia sampai 8 tahun (kelas 3 SD), mereka dapat belajar dengan baik, apabila dilakukan dengan cara yang menyenangkan, misalnya bermain dan eksplorasi.&lt;br /&gt;Bagi anak-anak bermain adalah pekerjaannya. Bahkan oleh Ki Hadjar Dewantara, (1948 : 262), memberikan penekanan : &lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Apabila ada seseorang anak tidak suka bermain – main,&lt;br /&gt; bolehlah dipastikan bahwa anak itu sedang sakit jasmaninya maupun rohaninya&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika pembelajaran pada anak MENYENANGKAN, sesuai dengan tahapan yang tepat, maka akan menjadikannya SUKA dan kemudian BISA, walaupun akan membutuhkan kesabaran dan waktu yang lebih lama. Namun demikian dengan modal SUKA belajar itulah, yang nantinya akan membuat anak CERDAS dan PAHAM tentang ilmu yang dipelajarinya. &lt;br /&gt;Memahami hak anak, karakter, gaya belajar, dan potensi kecerdasan anak, menjadi prinsip belajar anak di TPQ, PAUD dan SD, yaitu : ”Berpusat pada anak” suhingga mampu mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan melalui potensi otak kanan dan kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu &lt;br /&gt;suri teladan yang baik bagimu &lt;br /&gt;(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah &lt;br /&gt;dan (kedatangan) hari kiamat &lt;br /&gt;dan dia banyak menyebut Allah&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;PROSES PEMBELAJARAN TPQ PAUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajaran merupakan inti dari kegiatan PAUD. Proses pembelajaran merupakan wahana untuk memfasilitasi agar setiap anak dapat mencapai tingkat perkembangan sesuai dengan usia dan potensi masing-masing. Proses pembelajaran PAUD dilakukan melalui “Program Pembiasaan” dan “Program Pengembangan”.&lt;br /&gt;Proses pembelajaran anak usia dini pada program PAUD berbasis Ustadz/dzahan Al-Quran diintegrasikan dengan pengembangkan akhlak dan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam diri setiap anak sesuai ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Program Pembiasaan&lt;br /&gt;Program pembiasaan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan, di antaranya:&lt;br /&gt;a. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.&lt;br /&gt;b. Mengikuti ibadah harian.&lt;br /&gt;c. Senyum, salam, dan sapa.&lt;br /&gt;d. Menjawab salam dan/atau pertanyaan.&lt;br /&gt;e. Menggunakan kata-kata toyibah seperti maaf, permisi, terimakasih, tolong, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, bismillah, dsb.&lt;br /&gt;f. Hormat kepada orang dewasa dan sayang sesama teman.&lt;br /&gt;g. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan.&lt;br /&gt;h. Saling tolong-menolong.&lt;br /&gt;i. Aktif dan antisipatif.&lt;br /&gt;j. Selalu ceria.&lt;br /&gt;k. Senang membantu/menolong.&lt;br /&gt;l. Berbicara dengan lembut dan santun.&lt;br /&gt;m. Bersabar untuk antri atau menunggu giliran.&lt;br /&gt;n. Menyegerakan urusan yang ditunggu teman/orang.&lt;br /&gt;o. Berempati kepada teman yang sedih/kesusahan.&lt;br /&gt;p. Bersikap jujur, adil, dan berani.&lt;br /&gt;q. Mencintai lingkungan alam dan binatang sesuai ajaran agama.&lt;br /&gt;r. Infaq, sodakoh, dan menyantuni anak yatim/fakir-miskin.&lt;br /&gt;s. Bersyukur dan bertawakal.&lt;br /&gt;t. Bersilaturahmi.&lt;br /&gt;u. Pembiasaan cara belajar/beraktivitas/bekerja yang tepat&lt;br /&gt;Program pembiasaan tersebut dilakukan secara berkelanjutan, namun perlu disesuaikan dengan kesiapan anak. Bila anak belum mampu atau lupa melakukan, maka guru mengingatkan melalui ucapan atau tindakan yang seharusnya dilakukan anak.  Contoh: ketika anak lupa mengucapkan terimakasih saat dibantu atau diberi sesuatu, maka Ustadz/dzah yang mengucapkan “terimakasih”.  Jika anak masih lupa atau belum mau mengucapkan, maka Ustadz/dzah yang terus mengucapkan.  Demikian seterusnya sampai hal tersebut dilakukan dan menjadi perilaku anak.  Jadi dalam melakukan pembiasaan ini tidak cukup hanya diajarkan, tetapi dicontohkan secara terus-menerus oleh Ustadz/dzah. Ustadz/dzah tidak perlu menegur apalagi menghukum anak yang belum melakukan, tetapi cukup mengajak, mencontohkan, atau mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Program Pengembangan&lt;br /&gt;Program pengembangan anak dilakukan dengan mengacu pada: (1) tingkat pencapaian perkembangan anak menurut usia sebagaimana tertuang dalam Standar PAUD (Permendiknas No. 58 Tahun 2009); dan (2) potensi masing-masing anak bersifat unik, yaitu pola perkembangan setiap anak berbeda satu sama lain, sehingga tidak perlu memaksa anak untuk berkembang seperti anak lainnya.  Indikator tingkat pencapaian perkembangan tersebut merupakan standar umum, sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan potensi masing-masing anak serta tidak boleh dipaksakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keterpaduan antara Program Pembiasaan dan Program Pengembangan&lt;br /&gt;Program pembiasaan dan program pengembangan pada anak usia dini tidak bersifat terpisah sendiri-sendiri (parsial), tetapi menyatu dan bersifat saling mendukung.  Semua program tersebut ditujukan untuk membantu anak mencapai perilaku mulia (akhlaqul karimah) dan tingkat perkembangan sesuai usia sebagaimana tertuang dalam standar/kurikulum PAUD yang mencakup: (1) nilai-nilai agama dan moral; (2) gerakan kasar dan halus; (2) kognitif (pengetahuan umum, logika, seni, dan kreativitas); (3) bahasa (termasuk komunikasi); dan (4) sosial-emosional, dalam rangka membentuk pribadi yang Islami, sehat/bugar, cerdas, dan kreatif sesuai dengan potensi masing-masing. Para Ustadz/dzah dapat mengembangkan kegiatan lain yang sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan budaya masing-masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Harian Ustadz/dzah&lt;br /&gt;1. Penyiapan/penataan Bahan dan Alat Main&lt;br /&gt;a. Sebelum kedatangan anak, Ustadz/dzah menyiapkan/menata bahan dan alat main yang akan digunakan sesuai rencana dan jadwal kegiatan yang telah disusun untuk setiap kelompok.&lt;br /&gt;b. Penataan alat main hendaknya mencerminkan rencana pembelajaan yang sudah dibuat, yaitu sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai anak selama bermain dengan alat main tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyambutan Kehadiran Anak &lt;br /&gt;Jika saatnya anak mulai datang, salah seorang Ustadz/dzah menyambut kedatangan anak dengan ramah dan membimbing untuk menyimpan bekal dan peralatan yang dibawa pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fasilitasi Kegiatan (bermain bebas)&lt;br /&gt;a. Sambil menunggu anak-anak lainnya datang, anak yang sudah datang dipersilakan bermain bebas. Misalnya: menggambar, mencoret-coret bebas, atau kegiatan lain yang disukai anak.&lt;br /&gt;b. Kegiatan penting sebagai sarana transisi sebelum mengikuti proses pembelajaran.  Melalui kegiatan ini emosi anak dapat tersalurkan melalui coretan atau gambar yang dihasilkan.  Selain itu, bermain bebas juga dapat mengembangkan aspek motorik halus, sosial-emosional, seni dan kreativitas, daya imajinasi, kognitif, dan bahasa anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kegiatan Pembuka&lt;br /&gt;Saat waktunya tiba, semua anak diminta berkumpul membentuk lingkaran besar untuk melakukan kegiatan pembuka. Kegiatan pembuka dapat dilakukan di dalam atau di luar ruangan.  Salah seorang Ustadz/dzah memimpin kegiatan pembuka dengan mengucapkan salam lalu menyebutkan kegiatan pembuka yang akan dilakukan.  Ustadz/dzah lain membantu mengatur anak agar mengikuti kegiatan pembuka dengan tertib.  Kegiatan pembuka dapat berupa permainan tradisional, gerak dan musik, mendongeng, bernyanyi, menirukan gerakan/suara hewan, atau kegiatan lain yang melibatkan gerakan kasar dan membangun emosi positif anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Transisi&lt;br /&gt;a. Setelah mengikuti kegiatan pembuka, anak-anak diberi waktu untuk pendinginan dengan cara bernyanyi dalam lingkaran, atau membuat permainan tebak-tebakan. Tujuannya agar anak  kembali tenang. Setelah anak tenang, anak secara bergiliran dipersilakan untuk minum (hidrasi) dan ke kamar kecil/mencuci tangan.  Kegiatan ini bertujuan untuk latihan kebersihan diri ke kamar mandi (toilet training).  Masing-masing Ustadz/dzah memimpin kelompok anak yang menjadi tanggungjawabnya.&lt;br /&gt;b. Setelah selesai toilet training, anak-anak diminta mengambil air wudhu untuk melakukan shalat dhuha dan pembiasaan agama.&lt;br /&gt;c. Setelah semua anak siap, Ustadz/dzah mengajak anak-anak menuju sentra/kelompoknya guna persiapan shalat dzuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pembiasaan Agama&lt;br /&gt;a. Jika waktunya pagi dapat dimulai dengan shalat dhuha dapat dilakukan bersama seluruh anak atau di kelompoknya masing-masing.&lt;br /&gt;b. Selesai shalat sunnah (misalnya shalat dhuha untuk pagi hari) dilanjutkan dengan pembiasaan membaca doa harian, surat pendek, atau lagu-lagu Islami (nasyid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kegiatan di Kelompok&lt;br /&gt;a. Pijakan sebelum bermain&lt;br /&gt;1) Ustadz/dzah dan anak-anak duduk melingkar atau menggerombol berhadapan dengan Ustadz/dzah. Ustadz/dzah memberi salam kepada anak-anak dan menyapa setiap anak dengan menanyakan kabarnya.&lt;br /&gt;2) Ustadz/dzah meminta anak-anak untuk memperhatikan siapa saja yang tidak hadir&lt;br /&gt;3) Mengajak anak membaca doa sebelum kegiatan dan meminta salah seorang anak untuk memimpin doa.&lt;br /&gt;4) Ustadz/dzah menyampaikan kegiatan hari ini dan hal-hal yang dapat dilakukan anak.&lt;br /&gt;5) Ustadz/dzah membacakan buku yang sesuai tema  terintegrasi dengan nilai-nilai kehidupan beragama Islam.&lt;br /&gt;6) Ustadz/dzah mengenalkan kosa kata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung pembelajaran anak.&lt;br /&gt;7) Ustadz/dzah mengenalkan alat main yang sudah disiapkan.&lt;br /&gt;8) Ustadz/dzah menjelaskan cara menggunakan alat-alat.&lt;br /&gt;9) Agar tertib, anak-anak diminta mengusulkan dan menyepakati aturan bermain.&lt;br /&gt;10) Ustadz/dzah mempersilakan anak untuk mulai bermain melalui kegiatan transisi, misalnya mempersilakan anak tertentu untuk bermain terlebih dahulu dengan menunjuk anak berdasarkan warna baju, usia anak, huruf depan nama anak, atau cara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;b. Pijakan Saat Anak Bermain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Ustadz/dzah berkeliling dan memastikan semua anak-anak bermain. &lt;br /&gt;2) Memberi gagasan cara main pada anak yang belum memiliki pengalaman menggunakan bahan dan alat main. &lt;br /&gt;3) Memberi dukungan berupa pernyataan positif tentang pekerjaan yang dilakukan anak.&lt;br /&gt;4) Memancing dengan pertanyaan terbuka untuk memperluas cara main anak. Pertanyaan terbuka artinya pertanyaan yang tidak cukup dengan dijawab ya atau tidak saja, tetapi banyak kemungkinan jawaban yang dapat diberikan anak.&lt;br /&gt;5) Memberikan bantuan pada anak yang membutuhkan.&lt;br /&gt;6) Mendukung anak untuk mencoba dengan cara lain, sehingga anak memiliki pengalaman main yang kaya (densitas).&lt;br /&gt;7) Mencatat dan mendokumentasikan yang dilakukan anak (jenis main, tahap perkembangan, tahap interaksi sosial)&lt;br /&gt;8) Mengumpulkan hasil kerja anak dan mencantumkan nama dan tanggal di lembar kerja anak.&lt;br /&gt;9) Bila waktu tinggal 5 menit, Ustadz/dzah memberitahukan pada anak-anak untuk bersiap-siap menyelesaikan kegiatan mainannya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Pijakan Setelah Bermain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1) Setelah selesai Ustadz/dzah memberitahukan saatnya mengembalikan mainan, alat dan bahan pada tempatnya dengan melibatkan anak-anak.&lt;br /&gt;2) Bila anak belum terbiasa, Ustadz/dzah bisa membuat permainan yang menarik agar anak senang merapikan.&lt;br /&gt;3) Saat merapikan, Ustadz/dzah menyiapkan tempat yang berbeda untuk setiap jenis alat, sehingga anak dapat mengelompokkan alat main sesuai dengn tempatnya.&lt;br /&gt;4) Bila peralatan dan bahan main sudah dirapikan kembali, Ustadz/dzah merapikan tempat dan membantu anak merapikan baju anak dan menggantinya bila basah.&lt;br /&gt;5) Bila anak sudah rapi, Ustadz/dzah bersama anak duduk melingkar untuk pijakan setelah main.&lt;br /&gt;6) Setelah semua anak duduk, Ustadz/dzah menanyakan pada setiap anak kegiatan main yang dilakukannya. Kegiatan menanyakan kembali (recalling) melatih kekuatan berpikir anak, melatih menggunakan kalimat untuk mengemukakan gagasan dan pengalaman mainnya, memperluas perbendaharaan kata anak.&lt;br /&gt;7) Ustadz/dzah mengajak anak membaca do’a setelah selesai kegiatan bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kegiatan Penutup (diikuti seluruh anak)&lt;br /&gt;a. Setelah semua anak berkumpul membentuk lingkaran besar, Ustadz/dzah dapat mengajak anak bernyanyi atau membaca puisi. Ustadz/dzah menyampaikan rencana kegiatan hari berikutnya dan menganjurkan anak untuk bermain yang sama di rumah masing-masing.&lt;br /&gt;b. Ustadz/dzah meminta salah satu anak secara bergiliran untuk memimpin doa penutup.&lt;br /&gt;c. Untuk menghindari berebut saat pulang, digunakan urutan berdasarkan warna baju, usia, dan lain-lain. Selanjutnya berjabatan tangan sambil mengucapkan salam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Perencanaan Pembelajaran Hari Berikutnya&lt;br /&gt;Sebelum pulang Ustadz/dzah hendaknya merapikan tempat kembali, melengkapi catatan perkembangan, dan bersama Ustadz/dzah lain mendiskusikan kejadian hari ini dan menyiapkan rencana  kegiatan hari berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Dedy Andrianto&lt;br /&gt;Adalah Praktisi PAUD, Himpaudi Jateng, &lt;br /&gt;Motivator Guru dan Konsultan Ustadz/dzahan&lt;br /&gt;Ketua Yayasan Samudera Ilmu Semarang&lt;br /&gt;Pelatih Guru PAUD kerjasama pemerintah RI-Unicef &lt;br /&gt;Alamat : Jl. Kyai Abdul Manan No 3&lt;br /&gt;Perum Dolog Pasadena Pedurungan Semarang&lt;br /&gt;Telp/fax (024) 6731304 Hp. 081 22856044&lt;br /&gt;Email ; andriantodedy@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3146100347923817402?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3146100347923817402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/implementasi-hak-anak-sesuai-fitrahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3146100347923817402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3146100347923817402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/implementasi-hak-anak-sesuai-fitrahnya.html' title='Implementasi Hak Anak Sesuai Fitrahnya, akan Menciptakan Pembelajaran Holistik dan Integratif DI PAUD TPQ'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-318485050713473539</id><published>2011-02-11T05:08:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T05:26:20.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alat permainan edukatif'/><title type='text'>Alat Permainan Edukatif dan Pengembangannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TVU46Ko-EGI/AAAAAAAAALg/5ZLp3daI-oA/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TVU46Ko-EGI/AAAAAAAAALg/5ZLp3daI-oA/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572422685880619106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengertian APE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau alat permainan yang mengandung nilai pendidikan dan dapat mengembangkan seluruh aspek kemampuan anak.&lt;br /&gt;• APE dapat berupa apa saja yang ada di sekeliling kita, misalnya sapu, piring, gelas, sendok plastik,tutup panci, bangku kecil, dan lain-lain. Bahkan diri kita sendiri dapat menjadi alat permainan edukatif.  Misalnya kita bisa menirukan berbagai gerakan binatang dengan tanpa bantuan alat apapun.  Kita juga dapat menghitung, menjiplak, mengecap dg tangan dan jemari kita, dll  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;• APE dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan yang sudah tidak terpakai lagi atau bahan-bahan yang mudah di dapat sekitar kita baik benda hidup maupun mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manfaat APE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alat Permainan Edukatif sangat membantu pertumbuhan fisik dan seluruh aspek perkembangan (moral &amp; Agama, bahasa, kognitif, fisik dan Sosial-Emosional).  Alat permainan Edukatif dapat mendorong aktifitas bermain berkualitas dan munculnya bakat yang dimiliki anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kriteria Pemilihan APE yang tepat buat anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendidik harus memiliki pengetahuan untuk memilih APE yang tepat buat anak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak, oleh karena itu pendidik harus mengetahui kriteria memilih APE, antara lain:&lt;br /&gt;• Mengandung unsur pendidikan.&lt;br /&gt;• Alat permainan tidak berbahaya bagi anak.&lt;br /&gt;• Dasar pemilihan APE adalah minat  dan kebutuhan anak terhadap mainan tersebut.&lt;br /&gt;• Alat permainan sebaiknya beraneka macam, sehingga anak dapat bereksplorasi dengan berbagai macam alat permainannya.&lt;br /&gt;• Tingkat kesulitan sebaiknya disesuaikan pada rentang usia anak. Permainan tidak terlalu sulit dan juga tidak terlalu mudah bagi anak.&lt;br /&gt;• Dasar pemilihan alat permainan lebih ditekankan pada pertumbuhan fisik dan tingkat perkembangan anak secara individu bukan berdasarkan usia.  Perkembangan biologis dan fisik pada anak yang umurnya sama dapat saja berbeda &lt;br /&gt;• Peralatan permainan buatan sendiri diupayakan yang dapat bertahan lama atau awet, mudah dibuat, bahannya mudah diperoleh dan mudah digunakan anak.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APE Outdoor dari bahan alam yang berasal dari bahan alam; biasanya dipakai di luar ruangan untuk melatih ketrampilan fisik dan pengembangan aspek lainnya. Bahan alam yang digunakan adalah bahan-bahan yang murah dan mudah diperoleh, aman, nyaman dan sehat digunakan oleh anak untuk beraktifitas. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh APE untuk Kelompok 0-2 tahun&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No Uraian&lt;br /&gt;1. Mainan gantung berwarna terang, berbunyi, berbahan lembut/lunak &lt;br /&gt;2. Kerincingan berwarna terang, aman bila dimasukkan mulut bayi atau dibanting&lt;br /&gt;3. Boneka jari/tangan (orang, binatang) berbahan lunak dan berwarna terang&lt;br /&gt;4. Boneka piring wajah yang tersenyum/tertawa&lt;br /&gt;5. Cermin dari plastik dengan bingkai tumpul&lt;br /&gt;6. Kaos tangan dengan berbagai tekstur yang ujungnya terdapat boneka wajah (bahan velcro, satin, sutera)&lt;br /&gt;7. Bola kecil dan sedang dengan berbagai tekstur, warna, dan ukuran untuk diremas, dilempar, atau ditendang&lt;br /&gt;8. Boneka kain dan plastik untuk bermain peran&lt;br /&gt;9. Telepon-teleponan untuk bermain peran&lt;br /&gt;10. Mobil-mobilan yang dapat ditarik dan berbunyi&lt;br /&gt;11. Balok warna dari bahan lunak seperti busa padat/kayu, bersudut tumpul, dan setiap sisi bergambar&lt;br /&gt;12. Balok pasak besar dari kayu atau plastik&lt;br /&gt;13. Kotak berlubang dan berisi bentuk-bentuk geometri yang dapat dimasukkan dan dikeluarkan (sorting box)&lt;br /&gt;14. Menara gelang berwarna terang dari kayu atau plastik&lt;br /&gt;15. Buku-buku cerita berbahan lunak dari kain flanel atau plastik yang tidak mudah robek dengan sedikit huruf&lt;br /&gt;16. Pasak pukul (working bench) dengan palu kayu untuk  dipukul-pukul memasukkan pasak&lt;br /&gt;17. Lego besar, berwana terang&lt;br /&gt;18. Alat-alat musik pukul&lt;br /&gt;19. Karpet/tikar untuk alas duduk orangtua dan anak-anak&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh APE untuk Kelompok 2-3 tahun&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No Uraian&lt;br /&gt;1. Puzzle dengan jumlah 1 keping yang ada pegangan untuk ditarik dan dipasang&lt;br /&gt;2. Balok warna dari bahan lunak seperti busa padat/kayu, bersudut tumpul, bergambar huruf atau angka&lt;br /&gt;3. Boneka anak dan binatang berbahan lunak&lt;br /&gt;4. Buku-buku cerita sederhana untuk dibacakan dan buku-buku cerita bergambar tanpa kata-kata untuk berimajinasi&lt;br /&gt;5. Balok pasak besar dari kayu atau plastic&lt;br /&gt;6. Kotak sortir (sorting box) berlubang dan berisi bentuk-bentuk geometri untuk dikeluar-masukkan&lt;br /&gt;7. Menara gelang berwarna terang dari kayu atau plastik&lt;br /&gt;8. Botol plastik dan tutupnya untuk main buka tutup botol&lt;br /&gt;9. Lego besar, berwana terang&lt;br /&gt;10. Alat-alat musik pukul dan petik&lt;br /&gt;11. Krayon, spidol, marker ukuran besar&lt;br /&gt;12. Pasak pukul (working bench) dengan palu kayu untuk  dipukul-pukul memasukkan pasak&lt;br /&gt;13. Guting-gunting kecil, kertas, dan lem untuk bermain meremas, menggunting, dan menempel bebas&lt;br /&gt;14. Benda-benda kecil (batu-batuan dicat, buah-buahan plastik/kayu gantungan kunci), jepitan kue dan wadah untuk main jepit-jepit dan klasifikasi&lt;br /&gt;15. Berbagai mainan miniatur binatang plastik untuk main peran&lt;br /&gt;16. Peralatan main tamu-tamuan (meja dan kursi mini, boneka kain bentuk ayah-ibu, kakek-nenek, kakak, dan tamu&lt;br /&gt;17. Biji manik-manik kayu/plastik untuk meronce dengan 3 warna, 3 bentuk, dan 3 ukuran&lt;br /&gt;18. Tikar/karpet untuk alas duduk&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh APE untuk Kelompok 3-4 tahun&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No Uraian&lt;br /&gt;1. Puzzle dengan jumlah keping kurang dari 6&lt;br /&gt;2. Biji manik-manik kayu/plastik untuk meronce dengan 3 warna, 3 bentuk, dan 3 ukuran&lt;br /&gt;3. Buku-buku cerita&lt;br /&gt;4. Lego&lt;br /&gt;5. Alat-alat musik pukul, tekan, dan petik&lt;br /&gt;6. Krayon, spidol, marker&lt;br /&gt;7. Pasak pukul (working bench) dengan palu kayu untuk  dipukul-pukul memasukkan pasak&lt;br /&gt;8. Guting-gunting kecil, kertas/daun, dan lem untuk bermain meremas, menggunting, dan menempel bebas dan terpola&lt;br /&gt;9. Benda-benda kecil (batu-batuan dicat, buah-buahan plastik/kayu gantungan kunci), jepitan kue dan wadah untuk main jepit-jepit dan klasifikasi&lt;br /&gt;10. Papan jahit dengan berbagai bentuk (celana, baju, topi) untuk bermain menjahit&lt;br /&gt;11. Spons huruf/angka&lt;br /&gt;12. Balok unit sebanyak 200 keping dan asesorinya&lt;br /&gt;13. Panggung boneka dengan berbagai boneka untuk dimainkan&lt;br /&gt;14. Krayon, spidol, pensil warna&lt;br /&gt;15. Alat-alat main peran (masak-masakan, pakaian dan asesoris berbagai profesi)&lt;br /&gt;16. Krayon, spidol, pensil warna&lt;br /&gt;17. Meja kecil lipat untuk alas coret-coret, menulis, menggambar, menggunting, menempel&lt;br /&gt;18. Karpet/Tikar untuk alas duduk&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Contoh APE untuk Kelompok 4-6 tahun&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No Uraian&lt;br /&gt;1. Kontainer/toples plastik untuk menyimpan huruf-huruf dan angka&lt;br /&gt;2. Jepitan jemuran, karton bentuk geometri (tatakan kue) dengan angka dan bulatan untuk main jepitan (matematika)&lt;br /&gt;3. Guting-gunting kecil, kater, kertas, dan lem untuk main menggunting dan menempel dengan pola&lt;br /&gt;4. Benda-benda kecil untuk klasifikasi (batu-batuan dicat, buah-buahan/gantungan kunci dari kayu) dan jepitan kue&lt;br /&gt;5. Stik es krim, batang korek api untuk main matematika&lt;br /&gt;6. Papan jahit dengan berbagai bentuk (celana, baju, topi) untuk bermain menjahit&lt;br /&gt;7. Benda-benda kecil bentuk geometri, berwarna terang untuk meronce&lt;br /&gt;8. Tangrams&lt;br /&gt;9. Lego&lt;br /&gt;10. Puzzle dengan kepingan lebih dari 10&lt;br /&gt;11. Balok unit sebanyak 200 keping dan asesorinya&lt;br /&gt;12. Berbagai alat permainan keaksaraan&lt;br /&gt;13. Alat main dokter-dokteran&lt;br /&gt;14. Alat main pertukangan&lt;br /&gt;15. Keranjang, kasir, buah, sayur plastik untuk bermain peran&lt;br /&gt;16. Kertas origami, gunting, cutter, lem&lt;br /&gt;17. Krayon, spidol, pensil warna&lt;br /&gt;18. Meja kecil lipat untuk alat menulis&lt;br /&gt;19. Karpet/Tikar untuk alas duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Contoh APE untuk main bahan alam anak usia 2-6 tahun&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;No Uraian&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt; Ember/container plastik besar berwarna bening untuk tempat air dan pasir&lt;br /&gt;2. Gelas-gelas, botol-botol, corong, pompa plastik untuk bermain air&lt;br /&gt;3. Mainan binatang air untuk main peran (ikan-ikanan, katak-katakan, dll)&lt;br /&gt;4. Nampan lebar bening untuk bermain ublek&lt;br /&gt;5. Kocokan telur, untuk bermain kocok-kocok sabun&lt;br /&gt;6. Alat-alat untuk bermain playdough (gilingan, cetakan, pisau tumpul, dsb)&lt;br /&gt;7. Cetakan-cetakan dan sekop kecil untuk alat main pasir&lt;br /&gt;8. Jongkokan plastik untuk duduk saat main bahan alam&lt;br /&gt;9. Alat-alat untuk bermain playdough (gilingan, cetakan, pisau tumpul, dsb)&lt;br /&gt;10. Meja pendek dan kursi plastik untuk bermain playdough&lt;br /&gt;11. Papan cuci plastik untuk main peran mencuci baju&lt;br /&gt;12. Papan lukis dan kuas ukuran besar untuk melukis dengan cat air (bisa dibuat sendiri)&lt;br /&gt;13. Boneka, handuk kecil, sabun mandi, dan peralatan mandi bayi untuk peran memandikan bayi&lt;br /&gt;14. Baju boneka, peralatan mencuci baju, dan jemuran pendek untuk main peran mencuci dan menjemur&lt;br /&gt;15. Sikat besar untuk main menyikat lantai atau dinding&lt;br /&gt;16. Kuas besar untuk bermain mengecat dinding dengan air&lt;br /&gt;17. Wadah-wadah besar berwarna bening untuk menuang-mengisi air&lt;br /&gt;18. Peralatan masak-masakan untuk main peran&lt;br /&gt;19. Piring, gelas, dan sendok plastik dengan berbagai warna serta spons/sabut dan rak piring kecil untuk bermain peran cuci piring (melatih sensorimotor dan klasifikasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-318485050713473539?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/318485050713473539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/alat-permainan-edukatif-dan_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/318485050713473539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/318485050713473539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/alat-permainan-edukatif-dan_11.html' title='Alat Permainan Edukatif dan Pengembangannya'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TVU46Ko-EGI/AAAAAAAAALg/5ZLp3daI-oA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-6754707261350687861</id><published>2011-02-03T18:15:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T18:27:58.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Tim Pengerak PKK Jateng Magang di Cahaya Ilmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUtkDkuwoNI/AAAAAAAAALY/_L9YfeS2G7A/s1600/P3220694.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUtkDkuwoNI/AAAAAAAAALY/_L9YfeS2G7A/s200/P3220694.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569655376735936722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selesai sudah Tim Pengerak PKK Jateng melakukan aktifitas magang di TPI-AUD Cahaya Ilmu Pedurungan Semarang. Berbagai materi sudah diterima dengan rasa legowo (bhs. jawa), yang diikuti dua puluh lima (25) peserta dai berbagai Pos Puad seluruh Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Diantaranya mereka dai Melati, Terang Bangsa, Mekar Indah, Karangturi, Chasanah, Puspa Indah, Harapan Bangsa, Nusa Indah, Mekar Indah dan Sekar Melati.&lt;br /&gt;Semoga diharapkan dapat memberika kenangan dan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas guru Pos Paud Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Bagi alumnus mangan pos Paud yang menginginkan konsultasi seputar pendidikan anak usia dini bisa menghubungi kami atas nama TPI-AUD Cahaya Ilmu Pedurungan Semarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-6754707261350687861?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/6754707261350687861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/tim-pengerak-pkk-jateng-magang-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6754707261350687861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6754707261350687861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/tim-pengerak-pkk-jateng-magang-di.html' title='Tim Pengerak PKK Jateng Magang di Cahaya Ilmu'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUtkDkuwoNI/AAAAAAAAALY/_L9YfeS2G7A/s72-c/P3220694.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-4856106907323301492</id><published>2011-02-03T18:04:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T18:14:01.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Konsultasi Gigi dan Gizi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Besok bertepatan dengan hari sabtu tanggal 5 Februari di TPI-AUD Cahaya Ilmu Pedurungan Semarang, mo ada Konsultasi Gigi dan Gizi.&lt;br /&gt;Dengan adanya konsultasi ini di harapkan selain memberikan kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kebutuhan anak, namun memberikan konsultasi untuk mengetahuai kondisi fisik anak didik. Semoga menjadi kader bangsa yang berkualitas cerdas rohani da jasmani.&lt;br /&gt;Ayoo...buruan ke Cahaya Ilmu untuk Konsulatasi....Gratis..lho hehe.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-4856106907323301492?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/4856106907323301492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/konsultasi-gigi-dan-gizi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/4856106907323301492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/4856106907323301492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/02/konsultasi-gigi-dan-gizi.html' title='Konsultasi Gigi dan Gizi'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3356564201138469665</id><published>2011-01-27T00:33:00.000-08:00</published><updated>2011-01-27T01:02:11.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misi'/><title type='text'>Misi</title><content type='html'>&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0  {mso-list-id:79567245;  mso-list-type:hybrid;  mso-list-template-ids:552366858 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579 69271567 69271577 69271579;} @list l0:level1  {mso-level-tab-stop:.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level2  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:1.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:1.5in;  mso-level-number-position:right;  text-indent:-9.0pt;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4  {mso-level-tab-stop:2.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:2.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:3.0in;  mso-level-number-position:right;  text-indent:-9.0pt;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7  {mso-level-tab-stop:3.5in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8  {mso-level-number-format:alpha-lower;  mso-level-tab-stop:4.0in;  mso-level-number-position:left;  text-indent:-.25in;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9  {mso-level-number-format:roman-lower;  mso-level-tab-stop:4.5in;  mso-level-number-position:right;  text-indent:-9.0pt;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol  {margin-bottom:0in;} ul  {margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 1.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="'font-family:"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Misi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 1.4pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Manusia yang mengetahui dan memahami potensi dirinya, memiliki aset terbesar dalam kehidupan, sehingga senantiasa perlu dikembangkan melalui proses pembelajaran. Kesempatan memperoleh sumber daya belajar melalui media kreatif dalam mengembangkan potensi dirinya, akan memberikan “ruh” dan warna baru, bagi tumbuhnya daya imajinasi positif seorang manusia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 1.4pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3356564201138469665?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3356564201138469665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/misi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3356564201138469665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3356564201138469665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/misi.html' title='Misi'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-6569366777331892262</id><published>2011-01-26T23:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T23:47:29.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Mutiara Ibu Purworejo Kami Menikmatinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUEjCPy1bOI/AAAAAAAAALI/e9vAwC0FLWU/s1600/IMG0256A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUEjCPy1bOI/AAAAAAAAALI/e9vAwC0FLWU/s200/IMG0256A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566769135913102562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemarin seluruh keluarga besar Cahaya Ilmu menikmati studi banding di PAUD Mutiara Ibu Purworejo. Kami berangkat jam tiga pagi, diiringi rerintik hujan, shalat subuh kami beserta rombongan istirhat sejenak di Magelang.&lt;br /&gt;Makan pagipun kami nikmati didalam bus. Tepat jam setengah tujuh kami sudah berada di depan gedung Mutiara Ibu. Dalam benak hati kami, tanpak dari depan seperti rungan kecil yang didalamnya akan memberikan pengetahuan besar.&lt;br /&gt;Rombongan kami dari berbagai jenis dari pendiri, yayasan, paud cahaya ilmu dan tpa cahaya ilmu. Selanjutnya kami melakukan observasi di setiap sentra. Kami mendapatkan banyak pengalaman di sini.&lt;br /&gt;Puku setengah sebelas observasi kami sudahi. Selanjutnya sesion tanya jawab bersama kepala sekolah Ibu Silsil, orangnya gaul dan enjoy sekali menikmati pendidikan bersama anak. Terima kasih mutiara ibu yang kini sudah memiliki Sekolah Dasar Mutiara Ibu, atas saran dari berbagai kalangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-6569366777331892262?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/6569366777331892262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/mutiara-ibu-purworejo-kami-menikmatinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6569366777331892262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6569366777331892262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/mutiara-ibu-purworejo-kami-menikmatinya.html' title='Mutiara Ibu Purworejo Kami Menikmatinya'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUEjCPy1bOI/AAAAAAAAALI/e9vAwC0FLWU/s72-c/IMG0256A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-9125345751107284706</id><published>2011-01-26T23:26:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T23:39:11.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>KELUARGA HARMONIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUEguG1OckI/AAAAAAAAALA/EwVSswZIZMg/s1600/IMG0252A.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUEguG1OckI/AAAAAAAAALA/EwVSswZIZMg/s200/IMG0252A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566766590886572610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pengertian Keluarga Harmonis &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keluarga harmonis berasal dari dua suku kata, yaitu “keluarga” dan “harmonis”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian keluarga ialah  persekutuan hidup antara pasangan dua jenis manusia yang dikukuhkan dengan pernikahan,  sedangkan harmonis adalah selaras, damai, saling mencintai dan menyayangi . Jadi secara bahasa dapat disimpulkan keluarga harmonis ialah persekutuan hidup yang dijalin dengan selaras, damai, saling mencintai dan menyayangi antara pasangan dua jenis pasangan manusia yang dikukuhkan dengan pernikahan.&lt;br /&gt;Menurut Moh Sochib, keluarga harmonis ialah “Keluarga yang ditandai oleh keharmonisan hubungan antara ayah dan ibu, ayah dengan anak, serta ibu dengan anak. &lt;span class="fullpost"&gt;Dalam keluarga ini orang tua bertanggung jawab dan dapat dipercaya, semua anggota saling menghormati dan saling memberi tanpa harus diminta, saling mendengarkan jika bicara bersama. Pendidikan kepada anak dilaksanakan dengan teladan dan dorongan orang tua, masalah dihadapi dan dupayakan untuk dipecahkan bersama.  &lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Lubis Salam bahwa keluarga harmonis ialah keluarga yang tenang damai, saling, mencintai dan menyayangi. &lt;br /&gt;Didalam keluarga terjadi perkembangan individu dan terbentuknya tahap-tahap awal  pemasyaratan (socialization) dan mulai bijaksana, tanpa mengabaikan baik dan buruk  (etika), jelek dan indah (estetika). Hal ini tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi lebih bernuansa  nilai fungsional  dalam membentuk  kehidupan rumah tangga yang dilandasi dengan pemenuhan fungsi-fungsi lahiriah, rohaniah, dan gelombang kehidupan yang diisi dengan nilai-nilai ihsan yang terpadu sehingga tercapailah terhadap pemaknaan keluarga harmonis. &lt;br /&gt;Perumpamaan hidup berkeluarga dalam suatu rumah tangga ibarat burung yang sedang terbang, melaju dengan kedua sayapnya ke suatu tempat yang dituju. Kedua sayap itu simbol bagi suami istri yang saling membantu, melengkapi telah berpacu mengarungi samudra kehidupan. Bagaikan burung yang tidak dapat terbang kalau salah satu sayapnya tidak berungsi, begitu pula halnya dengan suami istri. Tidak akan pernah ditemui keharmonisan, hidup rukun seiring sejalan.&lt;br /&gt;Jika antara masing-masing suami istri tidak saling memahami kewajiban masing-masing dan pribadi masing-masing. Jika suami berbuat salah dan ditegur istri hendaklah suami minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.  demikian pula sebaliknya, sehingga kasih sayang antara suami dan istri semakin besar. Jika perselisihan antara suami istri terus berlanjut dan tidak ada solusinya, disebabkan perbendaan pendapat, tentu tidak akan pernah ada rumah tangga yang bahagia. &lt;br /&gt;Agama mewasiatkan kepada suami istri agar menunaikan hak dan kewajiban yang telah diamanatkan di pundak mereka. Misalnya seorang istri jangan menuntut persamaan semua hak dengan sang suami. Seorang suami jangan menggunakan kesempatan yang dianugrahkan Tuhan sebagai kepala rumah tangga untuk menzalimi dan menyakiti istrinya semena-mena. &lt;br /&gt;Sesungguhnya kebahagiaan dan ketentraman jiwa serta badan akan tercapai tingkat kesmpuarnaan ketika suami istri saling pengertian. Karena dari hubungan suami istri akan melahirkan cinta kasih dan kasih sayang. Dalam lembaran yang demikian ini seseorang akan bisa menggunakan segala potensinya dan instingnya dngan cara-cara yang paling bersih, paling suci, mulia agar hal itu awal tumbuhnya kemesraan, belas kasihan dan keharmonisan. &lt;br /&gt;Pada hakikatnya antara laki-laki dan perempuan satu sama lain saling mengikat, merupakan prasyarat bagi kesempurnaan wujud dan saling bergantung satu sama lain. Menurut Al-Qur’an serta berdasarkan sudut tinjau kejiwaan dam keniscayaan alamiah, wanita merupakan tempat berpijak kaum laki-laki. Sebaliknya pula, laki-laki merupakan landasan berpijak kaum perempuan. Secara alamiah seseorang amat memerlukan orang lain untuk berbagi dan mencurahkan isi hatinya.  &lt;br /&gt;Atas dasar kasih sayang itulah pembangunan keluarga bahagia, harmonis dimulai dan kemudian dilanjutkan dengan terwujudnya kehidupan kekeluargaan yang stabil di bawah anyaman kasih sayang berkembang menuju dengn pesat perasaan-perasaan luhur. Disebabkan suami menemukan istrinya sebagai teman hidup yang mampu memberi ketenangan, dapat terpercaya kesetiannya. Istri merasakan duka derita kehidupannya dengan memberi siraman kasih sayang terhadap suami sehingga dapat mengurangi jerih ayahnya gelombang kehidupan. Istripun menemukan pada diri suaminya ketenangan dan ketentraman hidup dalam menghadapi beratnya cobaan dan sulitnya memelihara kehormatan. .&lt;br /&gt;Dalam pandangan Al-Qur’an lelaki dan wanita (suami istri) bukan cuma menjadi tempat ketenangan satu sama lain, namun juga menjadi menjadi hiasan, pakaian. Sesuai dengan firman Allah.:&lt;br /&gt;…هن لباس لكم و انتم لباس لهن …&lt;br /&gt;Artinya : “…Mereka itu adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka…” (Q.S. Al-Baqarah: 187) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian semakin pandai seseorang dalam menjaganya, maka semakin lama dan awet utuh pula dipakainya. Begitu pula halnya apabila terjadi suami istri yang selalu menjaga dan saling melengkapi sehingga kehidupan rumah tangga selalu bergairah dan harmonis. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Dasar-Dasar Pembentukan Keluarga Harmonis&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam sangat menganjurkan umatnya  untuk berkeluarga dan mampu melahirkan keturunan yang shalih. Karena dengannya manusia dapat menemukan kebahagiaan, ketengan dan cinta kasih dan sayang. Allah berfirman :&lt;br /&gt;ومن ايته أن خلق لكم من انفسكم ازواجا لتسكنوا اليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن فى ذلك لايت لقوم يتفكرون. &lt;br /&gt;Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia   menciptakan untukmu istri-istri dari jemismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang berfikir”. (Q.S. Ar-Ruum: 21) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ikatan perkawinan, manusia dapat saling mengasihi, menjalin hubungan kekeluargaan dan meneruskan keturunan. Kehidupan perkawinan merupakan langkah awal bagi kesinambungan generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;Islam juga menyuruh bagaimana sikap suami terhadap istri ialah dengan cara memperlakukan dengan dengan baik sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;…وعاشرو هن بالمعروف …(النساء: 19)&lt;br /&gt;Artinya : “…Dan bergaullah kepada mereka secara patut …” (Q.S. An-Nisa’: 19) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syariat Islam bentuk keluarga harmonis telah dicontohkan oleh keluarga Rasulullah saw, dan telah pula dijelaskan aturan kewajiban dan hak dari masing-masing suami istri dengan jelas dalam hal tanggung jawab mengatur pemeliharaan rumah, bahkan hubungan antara orang tua dan anak-anaknya yang dijalin dengan ikatan moral yang luhur dengan kemanusiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Fungsi Pembentukan Keluarga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang dalam melakukan sesuatu, tentunya memiliki tujuan. Demikian juga dalam pembentukan keluarga.&lt;br /&gt;Tujuan berkeluarga sangatlah beragam sesuai dengan perlunya masing-masing. Bertolak dari ajaran Islam tujuan berkeluarga adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. “Untuk mentaati anjuran agama.&lt;br /&gt;Sebagai muslim yang baik, hendaknya senantiasa mengacu pada tatanan agamanya. Hidup berkeluarga adalah tatanan syariat Isam yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Sehingga seorang muslim dapat melaksanakan pernikahan juga untuk menyempurnakan amaliyah keagamaannya.&lt;br /&gt;b. Untuk mewujudkan keluarga sakinah&lt;br /&gt;Dalam keluarga yang harmonis bahagia, sejahtera lahir dan batin., hidup tenang tenteram penuh kasih sayang, tersalurkan nafsu seksual dengan baik di jalan yang diridhai oleh Allah. Mendidik anak-anak menjadi anak yang shalih dan shalihah, terpenuhi kebutuhan lahir batin suami istri dan menjalin persaudaraan yang akrab antara keluarga dari suami dan keluarga dari istri  serta dapat hidup bermasyarakat dengan baik pula.&lt;br /&gt;c. Nafsu seksual dapat tersalurkan dengan baik&lt;br /&gt;Manusia yang normal pasti memiliki nafsu seksual. Hal ini perlu disalurkan pada jalan yang diridhai oleh Allah. Dan satu-satunya jalan yang diridhainya adalah dengan jalan menikah bagi yang cukup umur ataupun mampu.&lt;br /&gt;d. Kehormatan lebih terjaga&lt;br /&gt;Nafsu seksual yang tidak tersalurkan pada tempatnya,akan mengakibatkan penyimpangan seksual. Zina adalah perbuatan yang menyalahi ajaran  agama dan merendahkan martabat manusia dengan berkeluarga niscaya nafsu seksual akan tersalurkan dengan baik terjauhkan dari kemaksiatan yang merendahkan martabat manusia.&lt;br /&gt;e. Dapat mengembangkan keturunan yang sah&lt;br /&gt;Dengan berkeluarga, seseorang mengembangkan keturunan yang sah. Mereka akan tumbuh menjadi manusia yang jelas siapa ayah dan ibunya. Setiap orang memiliki keinginan untuk mengembangkan keturunannya demi menjaga kelangsungan hidupnya. Hal ini merupakan proses regenerasi manusia agar generasi berikutnya tetap berlangsung.&lt;br /&gt;f. Dapat menentramkan jiwa&lt;br /&gt;Dengan berkeluarga, permasalahan hidup yang timbul dapat dipecahkan bersama istrinya. Suami istri dapat senantiasa memadu kasih bersikap mesra dan saling memberi kesejukan.&lt;br /&gt;g. Dapat menjaga kesehatan&lt;br /&gt;Perilaku seksual yang sehat merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan karena sekarang banyak sekali penyakit kelamin seperti, AIDS, raja singa (GO), dll. Dengan perilaku seks yang sehat (setia pada pasangan akan menjaga dari tertular penyakit tersebut)&lt;br /&gt;h. Dapat menghindarkan dari perilaku maksiat dan perzinaan.&lt;br /&gt;Nafsu biologis jika tellah tersalurkan dengan sah maka setia pada ajaran agama akan menghindarkan seseorang dari perilaku maksiat dan zina.&lt;br /&gt;i. Menumbuhkan sikap tanggung jawab&lt;br /&gt;Setelah berkeluarga seseorang dituntut untuk lebih bertanggung jawab. Suami bertanggung jawab atas nafkah istri dan anaknya. Dan istri bertanngung jawab untuk mengatur rumah tangga dan mendidik anak-anak”. &lt;br /&gt;j. Keluarga sebagai tempat mendidik anak&lt;br /&gt;Anak adalah karunia sekaligus amanah dari Allah. Maka orang tua harus menjaga amanta tersebut dengan sebaik-baiknya dengan jalan mendidiknya. Karena orang tua adalah faktor pendidik  bagi anak dan mempunyai peranan paling utaa dalam pertumbuhan kepribadiannya.&lt;br /&gt;Menurut Zakiah Daradjat, “Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anak mereka, karena merekalah anak mula-mula menerima pendidikan”.  &lt;br /&gt;Orang tua harus selalu mendorong dan menolong anak-anaknya dalam melakukan hal-hal yang baik yaitu dengan cara memberi teladan melalui ucapan dan perbuatan.&lt;br /&gt;Sikap orang tua terhadap pendidikan anak yang baik ialah dengan penuh perhatian mengadakan  pengendalian/pengawasan terhadap perilakunya dan selalu menanamkan kemandirian dalam sikap yang positif.  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Upaya Pembentukan Keluarga Harmonis&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang telah penulis ungkapkan di atas bahwa, dalam membentuk kelurga harus diawali dengan proses pernikahan terlebih dahulu yaitu adanya akad hubungan yang telah dihalalkan oleh llah SWT.&lt;br /&gt;Rumahku adalah surgaku, sebuah ungkapan paling tepat tentang bangunan keluarga harmonis. Rumah tidak hanya dimaknai fisik tetapi lebih bernuansa nilai fungsional dalam membentuk kepribadian anak manusia guna mencapai kedewasaan dan kesempurnaan hidup yaitu kehidupan rumah tangga yang dipenuhi pemenuhan fungsi dan nilai-nilai lahiriah, nilai ekonomis, biologis, kerohanian, pendidikan, perlindungan, keamanan sosial dan budaya yang terpadu secara harmonis.&lt;br /&gt;Dalam hal ini rasulullah SAW telah menjelaskan kepada umatnya berupa prinsip-prinsip pokok yang harus ditempuh sehingga sesuai dengan yang diidam-idamkan oleh setiap pasangan suami istri tercapai dengan baik. Ada lima unsur pokok yang harus diterapkan dalam rumah tangga, yaitu:&lt;br /&gt;a. Kecendrungan mempelajari dan mengamalkan ilmu-ilmu agama&lt;br /&gt;Ajaran Islam adalah unsur pokok dan paling penting dalam pembinaan keluarga untuk terciptanya ketenangan dan kebahagiaan. Yang berupa petunjuk untuk mengerjakan kebaikan dan menghindarkan keburukan (kejahatan) artinya agana adalah sebagai benteng yang kokoh dan kuat untuk mencapainya tujuan perkawinan.&lt;br /&gt;b. Akhlaq dan kesopanan dalam suatu rumah tangga dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara sesama keluarga, tetangga dan lingkungannya.&lt;br /&gt;c. Harmonis dalam pergaulan.&lt;br /&gt;Manusia sebagai makhluk yang lemah tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia memerlukan terjadinya kerja sama yang kuat kesamaannya..&lt;br /&gt;d. Hakekat dan hidup sederhana&lt;br /&gt;Hidup hemat adalah pangkal kebahagiaan dan ketengan keluarga sedangkan boros dan royal adalah pangkal kehancuran keluarga.&lt;br /&gt;e. Menyadari kelemahan diri sendiri.&lt;br /&gt;Menyadari kelemahan diri sendiri sangat perlu karena bila hal demikian disadari maka kelemahan orang lain tidak akan kelihatan.. &lt;br /&gt;Kelima unsur diatas perlu dihayati dan diamalkan oleh setiap penghuni keluarga sebagai dasar untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis, bahagia lahir dan batin, suami istri dapat mencapainya dengan cara di bawah ini antara lain:&lt;br /&gt;a. Memupuk rasa cinta kasih&lt;br /&gt;Hendaknya  suami istri selalu berupaya memupuk cinta kasih dengan saling menyayangi, kasih mengasihi, hormat meghormati dan rasa saling menghargai.&lt;br /&gt;b. Memupuk saling pengertian&lt;br /&gt;bahwa suami istri sebagai manusia biasa mempunyai kelebihan dan kekurangan baik secara fisik maupun mental, karena itu hendaknya saling memahami.&lt;br /&gt;c. Saling menerima kenyataan&lt;br /&gt;Jodoh dan  rizki adalah urusan Tuhan, ini harus disadari oleh suami istri. Namun kita diwajibkan untuk berikhtiyar, sedang nasibnya itulah yang harus diterima dengan lapang dada dan jadi masing-masing tidak menuntut di luar kemampuan.&lt;br /&gt;d. Saling mengadakan penyesuaian diri&lt;br /&gt;Setelah megetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing suami istri agar dapat menyesuaikan, saling melengkapi dan saling memberikan bantuan.&lt;br /&gt;e. Saling memaafkan &lt;br /&gt;Sikap ini paling penting untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tanga, karena kesalahan yang sangat sepele tidak jarang menjadi problem yang sangat rumit dan mengancam ketentraman rumah tangga. &lt;br /&gt;f. Saling bermusyawarah&lt;br /&gt;Saling bermusyawarah dalam rumah tangga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, diantara suami istri dan anggota keluarga yang lain oleh karena itu masing-masing pihak dituntut untuk jujur, terbuka dan lapang dada, suka memberi dan menerima tidak menang sendiri. &lt;br /&gt;g. Saling mendorong untuk kemajuan bersama&lt;br /&gt;Suami istri saling berusaha untuk senantiasa memberi semangat dalam mengerjakan kemajuan karir, apalagi untuk keperluan bersama dan kebahagiaan di masa depan. Namun demikian jika mulai mengarah pada hal-hal negatif, suami istri harus mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-9125345751107284706?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/9125345751107284706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/keluarga-harmonis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/9125345751107284706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/9125345751107284706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/keluarga-harmonis.html' title='KELUARGA HARMONIS'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TUEguG1OckI/AAAAAAAAALA/EwVSswZIZMg/s72-c/IMG0252A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-1806693640423723567</id><published>2011-01-24T23:52:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T23:55:28.133-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Renang di TPI-AUD Cahaya Ilmu</title><content type='html'>Hari kamis dan jumat di TPI-AUD Cahaya Ilmu akan diadakan kegiatan pembelajaran Renang. Cahaya ilmu sudah memiliki kolam renang, hal ini sebagai upaya untuk memberikan pembelajaran yang terbaik bagi anak didik.&lt;br /&gt;Di harapakan kepada semua wali siswa memberikan perlengkapan renang kepada putra dan putrinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-1806693640423723567?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/1806693640423723567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/renang-di-tpi-aud-cahaya-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1806693640423723567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1806693640423723567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/renang-di-tpi-aud-cahaya-ilmu.html' title='Renang di TPI-AUD Cahaya Ilmu'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-7970467306234006389</id><published>2011-01-24T23:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T23:49:26.839-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>Besok TPI-AUD Cahaya Ilmu kunjungan ke Sekolah Mutiara Ibu Purworejo</title><content type='html'>Keluarga besar cahaya ilmu akan melakukan kegiatan kunjungan ke Purworejo. Kunjungan kali ini akan memantau sejauh maman pendidikan di Mutiara Ibu di purworejo.&lt;br /&gt;Kunjungan ini dilakukan sebagai upaya saling transformasi pada pendidikan anak usia dini. Hal ini juga memberikan pengetahuan kepada ibu guru mengenai pembelajaran.&lt;br /&gt;Kunjungan kali ini akan memberangkatkan sejumlah penggurus yayasan dan para penggajar TPI-AUD Cahaya Ilmu.&lt;br /&gt;Untuk hari rabu kegiatan belajar mengajar sementara ini diliburkan. Mohon maaf dan dukungannya untuk perbaikan pendidikan usia dini di wilayah cahaya ilmu. Terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-7970467306234006389?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/7970467306234006389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/besok-tpi-aud-cahaya-ilmu-kunjungan-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/7970467306234006389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/7970467306234006389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/besok-tpi-aud-cahaya-ilmu-kunjungan-ke.html' title='Besok TPI-AUD Cahaya Ilmu kunjungan ke Sekolah Mutiara Ibu Purworejo'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-1168693892276503622</id><published>2011-01-07T04:07:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T04:19:48.979-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>MENGENAL TRANSPORTASI DAN LAGU KREATIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TScEnv0CrUI/AAAAAAAAAK4/59VM06-7MIU/s1600/mobil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TScEnv0CrUI/AAAAAAAAAK4/59VM06-7MIU/s200/mobil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559417345908321602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada kali ini saya akan membagikan media pembelajaran dari Flass, yang sebetulnya kita bisa membuatnya dari yang cukup mudah yakni powerpoing.&lt;br /&gt;Ini ada beberpa pembelajaran mengenal tranportasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.4shared.com/video/eYmzESIa/bis.html"&gt;Transportasi a&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.4shared.com/video/I1cq_DWy/KERETA_API.html"&gt;Transportasi b&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.4shared.com/video/SeVddv9j/mobil.html"&gt;Trasnportasi c&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.4shared.com/video/Nq9cMiTc/PESAWAT.html"&gt;Transportasi d&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga ada tambahan ini, lagu baru lho. Walau tidak menarik siapa tahu dapat memberikan inspirasi untuk tetap kreatif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.4shared.com/video/aaC3sqQ9/pohon_buah.html"&gt;Pohon buah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.4shared.com/video/zgoFZm0f/pagi_hari.html"&gt;Pagi hari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File ini dapat di putar melaui Flas media player. Silahkan mencoba, terima kasih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-1168693892276503622?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/1168693892276503622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/mengenal-transportasi-dan-lagu-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1168693892276503622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1168693892276503622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/mengenal-transportasi-dan-lagu-kreatif.html' title='MENGENAL TRANSPORTASI DAN LAGU KREATIF'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TScEnv0CrUI/AAAAAAAAAK4/59VM06-7MIU/s72-c/mobil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3018031882076600886</id><published>2011-01-07T03:57:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T04:06:54.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>PARENTING CLASS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tepat hari sabtu besok tanggal 8 Januari 2011 di TPI-AUD Cahaya Ilmu Semarang akan diadakan kelas parenting yang diikuti oleh wali murid Cahaya Ilmu. Acara ini akan berlangsung puku delapan pagi, dengan agenda utama pembekalan untuk orang tua yang memiliki anak supaya dapat mendidik sesuai dengan fitrah anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parenting kali ini akan menengahkan pembicara yang sudah malang melintang dalam dunia pendidikan anak yakni saudara Dedy Ardiyanto dan Saudari Dewanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu parenting, mengenal lebih jauh seputar pendidikan anak bisa mengikuti acaranya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3018031882076600886?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3018031882076600886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/parenting-class.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3018031882076600886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3018031882076600886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2011/01/parenting-class.html' title='PARENTING CLASS'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-57656766445754895</id><published>2010-11-21T20:42:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T20:44:33.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>model pembelajaran learning by doing</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  text-autospace:none;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Belajar bagi kehidupan manusia menjadi bagian yang sangat penting, karena manusia diciptakan sebagai pengelola dunia (&lt;i&gt;khalifah fil ardi&lt;/i&gt;). Secara bertahap mereka akan mengalami fase pembelajaran yang didasarkan pada pengalaman. Sebagai ilustrasi terdekat adalah bayi manusia yang dilahirkan, jika tidak mendapat bantuan dari manusia dewasa yang lain, tidak belajar, niscaya binasalah ia. Ia tidak mampu mengembangkan naluri/intrinsik dan potensi-potensi yang diperlukan untuk kelangsungan hidupnya tanpa pengaruh dari luar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/ZU54I-rI/MODEL_PEMBELAJARAN_LEARNING_BY.html"&gt;DOWNLOAD FILE LENGKAP&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-57656766445754895?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/57656766445754895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/11/model-pembelajaran-learning-by-doing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/57656766445754895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/57656766445754895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/11/model-pembelajaran-learning-by-doing.html' title='model pembelajaran learning by doing'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-5110632532412251341</id><published>2010-09-15T01:30:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T01:34:20.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>MET LEBARAN</title><content type='html'>KELUARGA BESAR TPIAUD CAHAYA ILMU MENGUCAPKAN&lt;br /&gt;Minal Aidzin wal faizin&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan batin&lt;br /&gt;&lt;embed src=http://fc06.deviantart.com/fs46/f/2009/223/7/9/takbiranidulfitri_by_blogclocks.swf?nama=TPIAUD CAHAYA ILMUwidth=150 height=200 quality=high type=application/x-shockwave-flash wmode=transparent&gt;&lt;noscript&gt;&lt;a href=”http://zawa.blogsome.com”&gt;Zawa-Takbiran&lt;/a&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-5110632532412251341?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/5110632532412251341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/09/met-lebaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/5110632532412251341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/5110632532412251341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/09/met-lebaran.html' title='MET LEBARAN'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-1993386947442952507</id><published>2010-09-15T01:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T01:29:40.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>Sekolah Alam Sebagai Alternatif Pendidikan Membentuk Karakter</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penuntun dalam menjalani kehidupan, sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia yang bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan.1 Pada bidang pendidikan konsepsi sekolah merupakan salah satu unsur penting keberlangsungan sistem pendidikan nasional. Kegagalan sistem pendidikan di Indonesia merangsang tumbuhnya sekolah-sekolah alternatif yang diyakini memiliki mutu pendidikan lebih baik dari sekolah biasa. Salah satu sekolah alternatif yang sekarang diminati adalah sekolah alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk sistem pendidikan yang digagas untuk merubah keadaan dunia pendidikan Indonesia saat ini, dan mulai dikembangkan di Indonesia adalah pendidikan sekolah alam.2 Alam adalah sumber pengetahuan yang luas dan berlimpah. Beberapa penemu terkenal di dunia mampu menghasilkan karya-karya fenomenal &lt;/div&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;lantaran memanfaatkan alam. Diantaranya, Isaac Newton yang berhasil menemukan ide tentang teori gravitasi hanya karena duduk di bawah pohon apel yang buahnya terjatuh di dekatnya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan sekolah alam ini berbeda dari sekolah formal umumnya. Sekolah alam hadir dengan konsep pendidikan fitrah. Sekolah bukan lagi beban. Sekolah adalah realitas kehidupan yang mereka jalani dengan penghayatan penuh. Sekolah adalah sumber kegembiraan, bukan sumber stres yang biasanya membuat mereka kehilangan gairah. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya, pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi yang terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdirinya sekolah alam ini terutama dilatar belakangi sebuah gagasan bagaimana menciptakan sistem belajar mengajar yang menyenangkan yang bisa menempa kecerdasan natural anak dengan kualitas menjadi nomor terdepan sehingga mampu menarik minat anak didik untuk terus belajar. Bahkan buku berjudul Gadis Kecil di Depan Jendela karya Toto Chan, menjadi inspirasi kelahiran dan pengembangan sekolah alternatif berbasis alam. Karena disekolah yang digambarkan dibuku tersebut menerima berbagai keunikan anak dan fasilitas yang ada disekolah tersebut menyatu dengan alam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diharapkan inspirasi dari hadirnya sekolah alam menjadi alternatif dalam menciptakan susana belajar yang menyenangkan dan membuat anak-anak senang dan merasa bahwa belajar adalah suatu kebutuhan dan kesenangan bukan sesuatu yang membosankan dan harus dipaksakan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekolah Alam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekolah alam5 berusaha mengembangkan pendidikan bagi semua (seluruh umat manusia) dan belajar dari semua (seluruh mahluk di alam semesta). Sehingga fitrah manusia dapat berkembang dan tumbuh sesuai dengan kompetensinya dengan belajar bersama alam bersifat nyata menuju kualitas manusia yang paripurna.&lt;br /&gt;Sekolah alam merupakan salah satu bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama sebagai pembelajaran siswa didiknya. Sekolah alam menjadi sebuah impian yang jadi kenyataan bagi mereka yang mengangankan dan menginginkan perubahan dalam dunia pendidikan. Diharapkan dari adanya alternatif sekolah alam tidak sekedar perubahan sistem, metode dan target pembelajaran melainkan paradigma pendidikan yang akan mengarah pada perbaikan mutu dan hasil dari pendidikan itu sendiri. Target strategisnya adalah anak didik dapat menjadi investasi sumber daya manusia untuk masa depan yang menghargai dan bersahabat dengan alam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekolah alam dapat menjadi alternatif sekolah yang bisa membawa anak menjadi lebih kreatif, berani mengungkapkan keinginannya dan mengarahkan anak pada hal-hal yang positif. Sekolah alam cenderung membebaskan keinginan kreatif anak sehingga anak akan menemukan sendiri bakat dan kemampuan berlebih yang dimilikinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai sekolah alam, lanskap sekolah adalah jantung sekolah. Menyatu dengan jiwa sekolah dan harmoni dengan alam. Hakikat dari konsepnya merupakan sekolah dengan berbasis konsep pendidikan yang memanfaakan alam semesta. Dasar dari konsep tersebut adalah Al Qur'an dan Hadits, bahwa hakikat penciptaan manusia adalah untuk menjadi pemimpin di muka bumi. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembelajaran Sekolah Alam &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, internal material fasilitas perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.8 Menurut Mulyasa pembelajaran pada hakekatnya adalah interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam pembelajaran tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal yang datang dari diri individu, maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan individu.9&lt;br /&gt;Pendidikan di Indonesia merangsang tumbuhnya sekolah-sekolah alternatif yang diyakini memiliki mutu pendidikan lebih baik dari sekolah biasa. Salah satu sekolah alternatif yang sekarang diminati adalah sekolah berbasis alam. Sekolah alam dalam pembelajarannya menekankan proses keterpaduan manusia bersama alam yang ada pada lingkungan sekitar (&lt;i&gt;insitu development&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta yang dimanfaatkan antara lain sebagai media pendidikan, observasi dan riset.10 Sesuai dengan ajaran Islam manusia disilahkan untuk memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan fital manusia dan akan dipertanggungjawabkan perbuatan di atas bumi.11 diantara cara terbaik yakni mengintegrasikan sains dengan al Qur’an, atau dikenal dengan istilah integrasi ilmiah ilahiah. Dengan cara mengamati dan memahami langsung gejala alam yang terjadi, sehingga kita bisa mendapatkan media belajar yang bermutu dan murah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-khafi ayat 109 :&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)&lt;/i&gt;".(QS. Al Kahfi:109)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi fisiologis mereka ketika belajar di alam terbuka juga akan sangat berpengaruh terhadap keefektifan cara belajar mereka. Suasana dan kondisi lingkungan yang menyenangkan (Fun Learning), akan sangat mendukung dalam proses pembelajaran ini. Berdasarkan hal tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk mengkonsep sebuah pendidikan yang menyelenggarakan sistem belajar mengajar yang menghargai setiap potensi yang ada. Dalam pembelajaran dapat diselaraskan dengan kondisi psikologis siswa, sehingga otak mereka akan sangat mudah untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran dan proses belajar pun akan menjadi sangat optimal dan efektif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekolah alam pada umumnya menggunakan sistem pembelajaran dengan konsep tematik dan tetap diintegrasikan dengan pembelajaran yang ada. Setiap tema dibahas dari berbagai sisi akhlak, seni, bahasa, kepemimpinan, dan ilmu pengetahuan. Tiap tingkatan memiliki sejumlah tema pembahasan yang berbeda-beda.14 Selain memiliki metode dan visi yang berbeda dari sekolah pada umumnya, sesuai dengan namanya, suasana yang disuguhkan pun membuat siswa dekat dengan alam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Siswa sekolah alam merupakan anak usia sekolah yang disesuaikan dengan jenjangnya, sehingga tidak membeda-bedakankan. Dalam praktiknya anak diberikan kebebasan dalam keinginan kreatifnya sehingga akan menemukan sendiri bakat dan kemampuan yang dimilikinya dengan berbasis alam sekitarnya. Metode belajarnya menggunakan lingkungan alam sekitar. Penggunaan lingkungan alam sekitar tidak hanya sebagai obyek observasi saja tetapi juga sebagai sarana dalam proses pembelajaran (&lt;i&gt;learning experience&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan metode belajar aktif dimana guru betul-betul berfungsi sebagai fasilitator sehingga akan tercipta suasana belajar yang akan menimbulkan kreatifitas dan kapabilitas dengan lebih optimal (s&lt;i&gt;tudent centris)&lt;/i&gt;. Guru harus merancang berbagai tema pembelajaran tentang lingkungan seperti air, serangga, sampah dan yang lainnya dan kemudian dipraktikkan dengan metode outing (kegiatan keluar).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Guru atau tenaga pengajar sekolah alam yang baik tentu merupakan lulusan PTN yang diharapkan memiliki wawasan pendidikan dan wawasan kemandirian yang bagus dan memadai. Sehingga diharapkan mampu mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran model sekolah alam. Guru sekaligus sebagai fasilitator dan patner yang baik bagi anak didiknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembelajarannya konsep sekolah alam yang dipakai adalah dengan cara belajar sambil bermain dengan harapan orientasi fokusnya mengembangkan kelebihan yang dimiliki anak dengan metode pencarian yang tak baku dan relatif menyenangkan diterima anak dalam bentuk permainan tertentu. Metodologi pembelajaran yang dipakai cenderung mengarah pada pencapaian logika berpiki inovatif yang baik dalam bentuk action learning (praktik nyata).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menarik dari sekolah alam, tidak hanya siswa yang belajar guru pun dituntut untuk terus belajar, bisa dari murid atau guru-guru lain. Yang sangat penting dalam pembelajaran adalah penanaman dasar bahwa semua makhluk berkewajiban untuk belajar, belajar dalam konteks toleransi sosial. Bahkan yang lebih dalam proses pelajaran, bukanlah hanya mengejar nilai, namun bagaimana memahami seberapa jauh proses belajar dapat dinikmati dan diterapkan dengan baik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, antara kurikulum, toleransi sosial, dan pemanfaatan kehidupan keseharian dapat ditarik benang merah transformasi ilmu secara teknis, moral, kemanusiaan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://scienamadani.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Agus Thohir (Sciena Madani)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-1993386947442952507?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/1993386947442952507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/09/sekolah-alam-sebagai-alternatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1993386947442952507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/1993386947442952507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/09/sekolah-alam-sebagai-alternatif.html' title='Sekolah Alam Sebagai Alternatif Pendidikan Membentuk Karakter'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8734276547714352803</id><published>2010-08-09T23:22:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T23:26:53.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TGDw_jOQXPI/AAAAAAAAAJU/s6F_gStgrXc/s1600/DSC_0167.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 182px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TGDw_jOQXPI/AAAAAAAAAJU/s6F_gStgrXc/s320/DSC_0167.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503663719224204530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;KELUARGA BESAR LEMBAGA PENDIDIKAN TPIAUD CAHAYA ILMU PEDURUNGAN SEMARANG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;MENGUCAPKAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN .&lt;br /&gt;SEMOGA KITA KEMBALI FITRI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8734276547714352803?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8734276547714352803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/08/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8734276547714352803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8734276547714352803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='MARHABAN YA RAMADHAN'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TGDw_jOQXPI/AAAAAAAAAJU/s6F_gStgrXc/s72-c/DSC_0167.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8742128570389900892</id><published>2010-07-27T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T00:05:56.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>Pemberitahuan Ekstrakurikuler</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_WSe6db1I/AAAAAAAAAJM/8f6uoNr1_jo/s1600/DSC_0154.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 354px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_WSe6db1I/AAAAAAAAAJM/8f6uoNr1_jo/s320/DSC_0154.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498849283066916690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csurya%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam rangka mewadahi bakat dan minat anak didik, meningkatkan kreativitas serta mendukung kegiatan pembelajaran di TPI AUD Cahaya Ilmu, maka kegiatan Ekstrakurikuler akan dimulai pada awal bulan Agustus dengan jadwal sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csurya%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:612.1pt 1008.15pt; 	margin:28.35pt 28.35pt 28.35pt 28.35pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11pt;" lang="IN" &gt;NB : angket dikembalikan ke sekolah paling lambat hari Jum’at, 30 Juli 2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/PoO99DsA/ekskul_puad_cahaya_ilmu.html"&gt;DOWNLOAD ANGKET&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:11pt;" lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8742128570389900892?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8742128570389900892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/pemberitahuan-ekstrakurikuler.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8742128570389900892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8742128570389900892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/pemberitahuan-ekstrakurikuler.html' title='Pemberitahuan Ekstrakurikuler'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_WSe6db1I/AAAAAAAAAJM/8f6uoNr1_jo/s72-c/DSC_0154.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3419324260387983820</id><published>2010-07-27T23:25:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T23:34:36.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='galeri'/><title type='text'>FOTO KEGIATAN CAHAYA ILMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcgoSm3I/AAAAAAAAAIs/dtwdR6kCZUU/s1600/DSC_0116.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcgoSm3I/AAAAAAAAAIs/dtwdR6kCZUU/s400/DSC_0116.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498840659233250162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcRfDxJI/AAAAAAAAAIk/bnybqNPEVLU/s1600/DSC_0114.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcRfDxJI/AAAAAAAAAIk/bnybqNPEVLU/s400/DSC_0114.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498840655167997074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcHGVyRI/AAAAAAAAAIc/gdRYWn14PrU/s1600/100_0859.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcHGVyRI/AAAAAAAAAIc/gdRYWn14PrU/s400/100_0859.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498840652379965714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_ObuT8-lI/AAAAAAAAAIU/S1LKphpalfo/s1600/100_0855.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_ObuT8-lI/AAAAAAAAAIU/S1LKphpalfo/s400/100_0855.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498840645726173778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_ObaTj2kI/AAAAAAAAAIM/b-JYUD5gDZs/s1600/DSC_0102.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_ObaTj2kI/AAAAAAAAAIM/b-JYUD5gDZs/s400/DSC_0102.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498840640355818050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3419324260387983820?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3419324260387983820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/foto-kegiatan-cahaya-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3419324260387983820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3419324260387983820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/foto-kegiatan-cahaya-ilmu.html' title='FOTO KEGIATAN CAHAYA ILMU'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/TE_OcgoSm3I/AAAAAAAAAIs/dtwdR6kCZUU/s72-c/DSC_0116.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3619145038281041681</id><published>2010-07-09T20:43:00.000-07:00</published><updated>2010-07-09T20:54:54.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>PARENTING UNTUK WALI MURID</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Hari ini bertepatan dengan hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. TPIUAD Cahaya Ilmu Semarang mengadakan gelar acara Parenting untuk wali murid dan di ikuti beberpa dari masyarakat setempat.&lt;br /&gt;Para peserta sangat antusia dalam mengikuti acara yang di pandu langsung oleh Mas Dedy. Ada banyak yang di paparkan dalam acara tersebut. Seperti pentinggnya pendidikan anak usia dini karena di masa itu merupakan masa emas (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden age&lt;/span&gt;). Hal ini mengisyaratkan akan pentingnya pendidikan anak pada usia dini. Penelitian menunjukan bahwa pada usia tersebut tak ubahnya seperti seorang profesor yang bergerak aktivitas dalam mengeksplor kreatifitas dan daya imanjinasi.&lt;br /&gt;Inilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Miracle of Golden Age&lt;/span&gt;, tema yang disampaikan acara Parenting kali ini.&lt;br /&gt;Peserta sangat menikmati acara tersebut selain memberikan beragam pentingnya pendidikan bagi anak. Mereka juga di ajak melakukan aktivitas seperti senam otak, bernyanyi, permainan dan berbagai hal yang menjadikan hidup lebih hidup karena kebahagiaan itulah yang kita harapkan.&lt;br /&gt;Bukan menjadi negara terkorup di dunia, negara pecandu pornografi ataupun negeri yang di penuhi oleh perilaku-perilaku yang tidak bermoral lainnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3619145038281041681?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3619145038281041681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/parenting-untuk-wali-murid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3619145038281041681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3619145038281041681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/parenting-untuk-wali-murid.html' title='PARENTING UNTUK WALI MURID'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8408475505364965023</id><published>2010-07-05T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T21:37:17.305-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>PENERIMAAN PESERTA DIDIK</title><content type='html'>TPIAUD CAHAYA ILMU TAHUN AJARAN 2010-2011 MENERIMA PESERTA DIDIK BARU.&lt;br /&gt;KAMI AKAN MENDIDIK GENERASI PENERUS BANGSA DENGAN ILMU DAN CINTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIADA YANG PALING INDAH SELAIN PENGAJARAN BERMAIN DAN BELAJAR. KARENA DISITULAH FITRAH ANAK USIA DINI PADA MASA GOLDEN AGE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGI KAMI :&lt;br /&gt;024-6731431&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8408475505364965023?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8408475505364965023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/penerimaan-peserta-didik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8408475505364965023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8408475505364965023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/07/penerimaan-peserta-didik.html' title='PENERIMAAN PESERTA DIDIK'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8156416094283784154</id><published>2010-05-04T23:52:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T22:24:24.563-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>KEMBALIKAN RUH PENDIDIKAN  SEBAGAI PENCERDAS BANGSA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S-EWPkKintI/AAAAAAAAAH8/AMrbBZ3YXkU/s1600/Picture+260.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S-EWPkKintI/AAAAAAAAAH8/AMrbBZ3YXkU/s200/Picture+260.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467675879266229970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sindi Setyadi (Ketua Umum HMI Cabang Semarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bangsa di dunia pasti menempatkan pendidikan pada posisi yang tinggi. Nyaris tak ada suatu bangsa yang melecehkan pendidikan bagi bangsanya sendiri. Mereka sangat menyadari kemajuan bangsa ditentukan oleh kepandaian generasi baru dari bangsa itu sendiri. Pendidikan dalam pandangan kontemporer seharusnya diartikan sebagai sebagai tulang punggung (read:sistem nilai) bangsa dan negara untuk mencapai visi besar bangsa. Demikian pula dengan Indonesia yang pada dasarnya menempatkan pendidikan di level tinggi, Hal ini terbukti bahwa bangsa ini secara teoritis menempatkan pendidikan sebagai alat ideal mencapai tujuan bangsa. Kita bisa melihat makna dalam UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 pasal 1 yakni “untuk mengembangkan peserta didik secara aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta kerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan bangsa”. Jelas sekali paradigma pendidikan (read:ruh) kita menggambarkan betapa esensi pendidikan merupakan entitas yang sangat komprehensif menyangkut berbagai dimensi perkembangan individu dalam kaitannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;span class="fullpost"&gt;ealitas yang terjadi di masyarakat, seharusnya menempatkan hubungan yang serasi antara pemerintah, pelaku pendidikan dan objek pendidikan. Dalam hal ini dibuktikan dengan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan problematika pendidikan yang selama ini sudah menjamur dengan menghadirkan solusi yang tepat, pelaku pendidikan dengan menyelenggarakan pendidikan berdasarkan sebagaimana tertuang dalam pasal 19 ayat (1) PP 19/2005 tentang Standar Nasional pendidikan, dan peserta didik berlomba-lomba dalam peningkatan mutu. Dalam budaya akademik modern pun mestinya ada tiga hal penting yang harus diperhatikan. Pertama, ku-rikulum program studi harus berbasis mutu dan silabus dari kurikulum tersebut harus terus dikaji apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dunia kerja atau belum. Kedua, proses pembelajaran yang terkendali. Ketiga, standar output yang terjamin.&lt;br /&gt;Dinamika ini mestinya menjadi refleksi pendidikan sehingga membuat kita mampu menilai potret pendidikan nasional kita, semakin mendekati visi/ tujuan nasional pendidikan atau bahkan keluar jalu pendidikan nasional. Pertama, UU BHP telah diputuskan oleh MK dengan dasar bertentangan dengan UUD 1945 karena ketentuan-ketentuan yang diatur UU BHP yang dinilainya merupakan penyeragaman bentuk tata kelola, Penyeragaman itu terjadi karena UU BHP membuat penyelenggara pendidikan harus berbentuk BHP. Hal ini yang sejak awal terbentuknya ditentang mahasiswa, baru terealisasi kemarin dan bahkan belum disiapkan konsep ideal penggantinya. Kedua Kapitalisasi perguruan tinggi sebagai cara baru (read:neo liberalisme) yang dirasakan dunia pendidikan sekarang ini adalah terjadinya pengurangan subsidi pendidikan. Perguruan tinggi negeri harus menjadi badan yang mandiri. Subsidi yang dulu dilakukan terhadap SPP mahasiswa semakin berkurang. Subsidi dan campur tangan pemerintah di hampir semua sektor memang tidak disukai neoliberal akhirnya Beberapa PTN favorit untuk kepentingan penggalian sumber dananya dengan membukaj alur non -SPMB dengan menetapkan sumbangan puluhan juta sebanyak-banyaknya yang artinya pula sumber pendapatannya banyak. Kemudian yang terjadi terjadi privatisasi sekolah dan universitas. Itu sangat sesuai dengan semangat neoliberal persaingan bebas yang dalam hal ini pemerintah tutupi dengan menurunkan 20% APBD untuk pendidikan, namun realisasinya tidak jelas.Ketiga profesionalisme tenaga kependidikan berpegang pada idealisme dan progresifitas menuju tercipanya nuansa pndidikan yang harmonis, menyediakan sumber belajar, membenahi guru dan tenaga kependidikan lainnya dengan tetap mewujudkan manajemen pendidikan yang proffesional, penyelenggaraan evaluasi pendidikan baik proses maupun hasil secara obyektif, komprehensif, dan berkesinambungan. Keempat problematika UN yang menjadi satu-satunya indikator mutu (read:kelulusan) telah menunjukan kgagalannya, Dengan kata lain, UN tidak mampu meningkatkan kinerja pendidikan dalam konteks makna pendidikan atau terjadi simplifikasi kinerja pendidikan. Dalam konteks proses pembelajaran, UN telah mereduksi makna pembelajaran dari situasi pembelajaran yang seharusnya terwujud dalam pendidikan. Tentu saja cara makna pendidikan yang sesungguhnya yakni proses perwujudan pendidikan menyeluruh menjadi terreduksi, menyempitkan makna pendidikan dan dapat mengarah kepada suatu pola pikir intelektual-elitis, yaitu memandang kesuksesan dari sudut in-telektual/kognitif dengan alat ukur UN an sich. Kelima belum meratanya orang-orang yang merasakan pendidikan, apalagi kaum miskin. Kesempatan orang kaya memilih perguruan tinggi memang selalu lebih banyak dari pada orang miskin. Dengan adanya model seleksi yang target sebenarnya adalah mendapatkan sumber dana sebesar-besarnya, maka mereka yang berasal dari keluarga kaya meskipun prestasi akademiknya tidak bagus memiliki kesempatan yang besar, sedangkan yang dari keluarga miskin meskipun kecerdasannya mumpuni, tetap saja terpenjara dalam kemiskinannya. &lt;br /&gt;Sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Departemen Pendidikan Nasional berkewajiban mencapai visi pendidikan nasional sebagai berikut. "Ter wujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah".&lt;br /&gt;Diharapkan, ada kebijakan baru dalam menangani problematika pendidikan. Pertama, ini diawali dengan dibentuknya komitmen politik yang kuat dan tangguh dari pemerintah untuk menengok dan memedulikan persoalan pendidikan sampai  akar rumput. Kedua, keseriusan pemerintah pusat maupun daerah untuk merealisasikan anggaran pendidikan minimal 20%, baik dari APBN maupun APBD, bukan hanya di atas kertas, melainkan dalam bentuk kerja nyata. Ketiga, perlunya dibentuk aparatus pendidikan di elite pemerintahan yang berjiwa bersih, suci, dan jujur demi pemenuhan pendidikan murah meriah dan gratis bagi rakyat miskin. Ini sangat menjadi pijakan utama agar pemerintah mampu mempermudah dilahir-kannya kebijakan-kebijakan pendidikan pro rakyat miskin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8156416094283784154?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8156416094283784154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/05/kembalikan-ruh-pendidikan-sebagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8156416094283784154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8156416094283784154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/05/kembalikan-ruh-pendidikan-sebagai.html' title='KEMBALIKAN RUH PENDIDIKAN  SEBAGAI PENCERDAS BANGSA'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S-EWPkKintI/AAAAAAAAAH8/AMrbBZ3YXkU/s72-c/Picture+260.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-479947258815250307</id><published>2010-05-04T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T22:24:48.157-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>GURU; MENGAJAR DAN MENDIDIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S-EVUG5Ge_I/AAAAAAAAAH0/0GbtFG02Pog/s1600/IMG_2803.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S-EVUG5Ge_I/AAAAAAAAAH0/0GbtFG02Pog/s200/IMG_2803.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467674857796172786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Sugiharti (Komunitas ilci Institut Semarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi  guru tidak sesederhana yang kita bayangkan. Sepintas kita melihat bahwa guru hanya bertugas mengajar di depan kelas kemudian memberi nilai kepada murid. Tetapi dibalik itu, guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Dari mulai hal-hal yang bersifat teknis hingga ke moral building, semua menjadi tanggung jawab yang harus diemban oleh para guru.&lt;br /&gt;Kaitanya dengan pendidikan, guru mempunyai dua tugas; mengajar dan mendidik. Mengajar berkaitan erat dengan bagaimana seorang guru dapat memberikan materi pelajaran dengan metode yang menarik. Dalam hal ini, guru dituntut untuk kreatif dalam mengajar. Sebelum mengajar, guru terlebih dahulu harus mempersiapkan rencana yang matang, membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) dan menyiapkan media atau alat yang sesuai untuk proses belajar mengajar. Selain itu, agar materi yang disampaikan bisa diterima murid dengan mudah, perlu adanya seni yang nota bene penting untuk dikuasai oleh para guru, karena mengajar merupakan sebuah seni. Seorang guru beretorika di depan kelas dengan gaya yang luwes dan berusaha memasang wajah senyum dan ceria meski dalam situasi sedih, semua itu membutuhkan ketrampilan seni, baik seni retorika maupun seni akting&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan mendidik erat kaitanya dengan membangun kekuatan mental dan spiritual peserta didik (moral force), seorang guru harus benar-benar menjadi figur Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri Handayani, artinya guru hendaknya bisa menjadi teladan bagi siswa di manapun berada. Keteladanan tersebut dapat ditunjukkan dengan memosisikan guru sebagai orang tua di sekolah melalui pemberian perhatian dan cinta yang tulus kepada murid, membimbing mereka apabila mengalami kesulitan yang tidak terbatas pada materi pelajaran saja, tetapi juga  kesulitan yang berhubungan  dengan problematika dan psikologis murid. Ketika berada di tengah-tengah para murid, ia harus dapat mensejajarkan diri dengan murid sehingga dapat menyelami kehidupan mereka. Bila seorang guru telah mengenal muridnya dengan baik, maka dapat tercipta hubungan yang dinamis antara murid dengan guru. Selain itu, perhatian dan cinta yang tulus terhadap murid akan membawa dampak yang positif terhadap peningkatan prestasi dalam segala bidang.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, tugas guru yang besar dan mulia ini perlu diimbangi dengan perhatian pemerintah terhadap standar kelayakan gaji guru, baik guru negeri, swasta maupun honorer. Mustahil seoarang guru dapat meningkatkan kecerdasan anak bangsa jika mereka masih tertatih-tatih untuk meningkatkan kesehteraan hidupnya sendiri. Sudah saatnya guru memperoleh haknya untuk hidup layak sehingga cita-cita pendidikan untuk mencerdaskan generasi bangsa dapat tercapai secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-479947258815250307?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/479947258815250307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/05/guru-mengajar-dan-mendidik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/479947258815250307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/479947258815250307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/05/guru-mengajar-dan-mendidik.html' title='GURU; MENGAJAR DAN MENDIDIK'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S-EVUG5Ge_I/AAAAAAAAAH0/0GbtFG02Pog/s72-c/IMG_2803.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-4390964894375490160</id><published>2010-04-05T22:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-05T22:25:25.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra baru'/><title type='text'>SPEKTRUM KASIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S7rD6epXRXI/AAAAAAAAAHs/-hhof1YEVkc/s1600/17848_1166318452172_1654244067_512205_3373357_s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S7rD6epXRXI/AAAAAAAAAHs/-hhof1YEVkc/s200/17848_1166318452172_1654244067_512205_3373357_s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456889307939161458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum kecut ke arahku. Pandagannya semakin tajam dan aku semakin tidak mengerti. Aku kembali membuka lembaran-lembaran koran yang tercecer di ruang tamu. Semakin aku banyak bergerak, tatapan matanya semakin menakutkan. Seperti singa yang sedang kelaparan. Tiba-tiba terdengar bunyi pecahan piring, “pyaaarrr”. Aku diam dan seketika itu pula lembaran koran yang ada di tanganku begitu aja lepas jatuh kepada lantai.&lt;br /&gt;“Dasar bajingan”, kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku semakin tidak percaya bisa-bisanya orang yang begitu lugu dan polos sampai mengucapkatan kata-kata pedas semacam itu. Sehingga kupingku terasa sakit sekali, seperti tamparan tangan yang melambai ke mukaku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Hai, kenapa kau pandangi aku, bisa berhenti ngak”, ia bicara ke arahku. Sontak aku terdiam.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia menghampiriku dan menjatuhkan beberapa piring di hadapanku. Pecahan piring sedikit mengenai kakiku. Akupun disuruh berjalan diatas pecahan piring. Bagaimana aku bisa berjalan. Jika pecahan itu sangat tajam. Dan ia pun mendorongku. Akupun terjatuh. Seketika itu pula tajamnya pecahan piring menancap di tubuhku.&lt;br /&gt;Darah merah keluar dari tubuhku, tapi tidak sebegitu parah sehingga cucuran darah itu hanya beberapa detik keluar. Namun luka itu semakin terasa saat dia memukulkan piring ke arah kepalaku.&lt;br /&gt;Rasa sakit semakin menghelanyuti tubuhku. Mau berkata tidak bisa, seolah mulut ini sudah di bungkam dengan kata-kata. Wajahnya begitu menakutkan, aku hanya bisa menahan rasa sakit.&lt;br /&gt;Tangan dan kakinya menuju kearahku, begitu dekat. Perasaan semakin was-was, gimana nih. Kakinya menghantam tubuhkku. Aku terlempar beberapa centi meter. Karena tidak tahan akupun bangun. Walaupun sulit rasanya mengerakan tubuh, karena darah sudah keluar dan seluruh tubuh terasa ngilu.&lt;br /&gt;“Bangsat”, kata itu muncul kembali dari mulutnya.&lt;br /&gt;Dalam berdiriku ada diam. Bagaimana aku bisa menahan rasa sakit begitu tajamnya seperti mulut singa yang sedang kelaparan, begitu menakutkan dan mengerikan.&lt;br /&gt;Aku di tuduh selingkuh. Ternyata ia marah karena aku berselingkuh dengan teman satu kerja di sekolahan negeri. Ia mendengar itu dari kata-kata tetangga yang mengatakan aku berjalan berdua dengan kepala sekolahku.&lt;br /&gt;Aku tidak habis pikir, mengapa ia menuduhku yang belum ada bukti. Walau sebenarnya memang aku pernah beberapa kali jalan berdua dengan pak kepala sekolah. Namun itu dalam rangka tugas dinas pendidikan.&lt;br /&gt;Aku berusaha menjelaskan dan memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada suamiku tercinta. Ia tetap pada pendiriannya dan tidak mempercayai kata-kata istrinya. Padahal belum pernah dia marah kepadaku, apa lagi sampai melakukan kekerasan.&lt;br /&gt;Tanpa di sangka tubuhku telah terhunus pisau panjang yang ia keluarkan dari balik bajunya. Aku menjerit histeris dan tubuhku lemas tidak berdaya. Akupun terjatuh dan tersungkur, mataku semakin rabun melihat.&lt;br /&gt;”Aku tetap percaya padamu”, kata-kata itu keluar dari mulutku&lt;br /&gt;”Maaf kan aku istriku, aku telah khilaf aku tidak sadar diri melakukan perbuatan hina ini”. Ia baru menyadarinya setelah pisau itu menembus perutku.&lt;br /&gt;Suamiku menggankat tubuhku dan berusaha melarikan aku ke rumah sakit. Ia mengeluarkan tangisan dan aku hanya bisa tersenyum. Hingga senyumanku terasa tidak memiliki daya.&lt;br /&gt;Dunia ini bukanlah dunia yang di liputi dengan kegelisahan. Tapi sebuah kepastian yang bisa di rencanakan. Dengan rencana itu engkau dapat menjalankan sebuah kepastian. Karena sejatinya kegelisahan adalah amarah yang keluar dari diri yang tidak dapat di kendalikan oleh akal dan hati. Maka didiklah akal dan hati dengan perhatian yang serius dengan memusatkan kesadaran kolektif. Yaitu kesadaran illahiah dengan untain zikir dan doa.&lt;br /&gt;Bukan semata kekerasan, amarah dan penyesalan. Akankah kehidupan ini bisa menjadi indah jika pikiran di kendalikan dengan rasa amarah. Bukankah rasa yang seharusnya di nikmati dengan kemanisan dan kelembutan.&lt;br /&gt;Dan aku percaa bahwa amarah adalah fitrah&lt;br /&gt;Dan aku percaya bahwa akal dan hati adalah anugerah&lt;br /&gt;Dan aku percaya ada hukum keseimbangan&lt;br /&gt;Seperti rotasi bumi mengelilingi matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukni Maulana&lt;br /&gt;4 Maret 2010&lt;br /&gt;Jl. Sri Rejeki Utara VII/4 Rt. 3 Rw. 1,&lt;br /&gt; Kelurahan Kalibanteng Kidul Semarang Barat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-4390964894375490160?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/4390964894375490160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/04/spektrum-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/4390964894375490160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/4390964894375490160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/04/spektrum-kasih.html' title='SPEKTRUM KASIH'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S7rD6epXRXI/AAAAAAAAAHs/-hhof1YEVkc/s72-c/17848_1166318452172_1654244067_512205_3373357_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-5295304679483547085</id><published>2010-03-09T07:35:00.000-08:00</published><updated>2010-07-05T22:25:39.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>PEMENTASAN, BUDAYA DAN TEATER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S5Zr4Q726_I/AAAAAAAAAHc/v7Mhu9ITDPs/s1600-h/my+world.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S5Zr4Q726_I/AAAAAAAAAHc/v7Mhu9ITDPs/s200/my+world.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446659413714070514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Adanya kesadaran bahwa proses belajar dan pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi membawa implikasi-implikasi yang sangat penting dan mendasar bagi penyelenggaraan dan pelaksanaan serta hakikat proses belajar dan pembelajaran itu sendiri. Selain itu, kegiatan komunikasi juga dilakukan atau diperlukan oleh manusia karena manusia tidak dapat selamanya memperoleh pengalaman langsung (firsthand experiences) didalam hidupnya karena adanya keterbatasan dalam waktu, biaya, sarana dan prasarana dan sebagainya. Oleh sebab itu seringkali kita hanya dapat memperolehnya melalui pengalaman tidak langsung (secondhand atau vicarious experiences) yang kita dapatkan dengan jalan membaca, mendengar, melihat gambar dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;DOWNLOAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.4shared.com/file/236898220/209c450/PERLENGKAPAN_LOMBA_KARNAVAL_KE.html"&gt;PERLENGKAPAN LOMBA, KARNAVAL KELILING, PEMENTASAN, BAZAR BUKU DAN DISKUSI FORUM ANAK&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.4shared.com/file/236898244/533ea7cf/NASKAH_TEATER_ANAK_BETHOROKOLO.html"&gt;NASKAH TEATER ANAK ”BROTOKOLO”&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.4shared.com/file/236898231/6c15c587/MUSIKALISASI_PUISI_ANAK_ZAMAN.html"&gt;MUSIKALISASI PUISI ANAK ZAMAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;4. &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 102);" href="http://www.4shared.com/file/236898237/857660b2/ORASI_PUISI_DAN_BUDAYA.html"&gt;ORASI PUISI DAN BUDAYA.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-5295304679483547085?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/5295304679483547085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/03/pementasan-budaya-dan-teater.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/5295304679483547085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/5295304679483547085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/03/pementasan-budaya-dan-teater.html' title='PEMENTASAN, BUDAYA DAN TEATER'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S5Zr4Q726_I/AAAAAAAAAHc/v7Mhu9ITDPs/s72-c/my+world.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-9040902178925090799</id><published>2010-02-23T07:18:00.000-08:00</published><updated>2010-07-05T22:25:57.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>SENTRA PEGENALAN ALAM BEBAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S4PyTIOYBvI/AAAAAAAAAHU/Wfrvx3PyDsA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S4PyTIOYBvI/AAAAAAAAAHU/Wfrvx3PyDsA/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441459185232905970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beragam peristiwa yang dialami anak  adalah catatan penting yang mempengaruhi arah dan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga manusia mempunyai satu masa yang sangat penting yang disebut sebagai masa emas (golden age) yang terjadi pada pada usia 0-4 th.&lt;br /&gt;DOWNLOAD&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228164373/94a909fa/SENTRA_PEGENALAN_ALAM_BEBAS.html"&gt;SENTRA PEGENALAN ALAM BEBAS&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-9040902178925090799?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/9040902178925090799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/sentra-pegenalan-alam-bebas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/9040902178925090799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/9040902178925090799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/sentra-pegenalan-alam-bebas.html' title='SENTRA PEGENALAN ALAM BEBAS'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S4PyTIOYBvI/AAAAAAAAAHU/Wfrvx3PyDsA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3824785717814136724</id><published>2010-02-23T07:15:00.001-08:00</published><updated>2010-07-05T22:26:13.204-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='opini ilmu'/><title type='text'>Memotret Revolusi Islam Iran Dalam Percaturan Kebudayaan Global</title><content type='html'>BERBAGAI wacana “revolusi” yang telah ada dan pernah menjadi diskursus kita bersama—baik sebagai sebuah konsep teoritik dan praktek pada gerakan masa yang terorganisir dan bertumpu pada gerakan pemikiran maupun gerakan budaya—tentunya telah menghadirkan demikian banyak perbedaan dalam cara pandang untuk merancang sebuah revolusi, apalagi yang benar-benar Islami. Bahkan, tidak jarang perbedaan konsep-konsep tersebut justru meruntuhkan totalitas, kesatuan nilai dan kepercayaan, dalam semua dimensi kehidupan masyarakat Islami.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228162072/c483d8e9/Memotret_Revolusi_Islam_Iran_d.html  "&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3824785717814136724?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3824785717814136724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/memotret-revolusi-islam-iran-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3824785717814136724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3824785717814136724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/memotret-revolusi-islam-iran-dalam.html' title='Memotret Revolusi Islam Iran Dalam Percaturan Kebudayaan Global'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-2297833645027739904</id><published>2010-02-23T07:10:00.000-08:00</published><updated>2010-07-05T22:26:30.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>Model Penyusunan Rencana Pembelajaran dan Silabus Pada PAUD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S4PwNUDAcdI/AAAAAAAAAHM/amw_3-lQ4XU/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S4PwNUDAcdI/AAAAAAAAAHM/amw_3-lQ4XU/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441456886303977938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sering dikatakan bahwa proses belajar pembelajaran adalah merupakan proses komunikasi dimana terjadi proses penyampaian pesan tertentu dari sumber belajar (misalnya guru, instruktur, media pembelajaran,dll.) kepada penerima (peserta belajar, murid, dsb), dengan tujuan agar pesan (berupa topik-topik dalam mata pelajaran tertentu) dapat diterima (menjadi milik, di-shared) oleh peserta didik / murid-murid.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/228160200/cc4133e7/RENCANA_PEMBELAJARAN_DAN_SILAB.html"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-2297833645027739904?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/2297833645027739904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/model-penyusunan-rencana-pembelajaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/2297833645027739904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/2297833645027739904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/model-penyusunan-rencana-pembelajaran.html' title='Model Penyusunan Rencana Pembelajaran dan Silabus Pada PAUD'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S4PwNUDAcdI/AAAAAAAAAHM/amw_3-lQ4XU/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-3544197787109645384</id><published>2010-02-23T07:03:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T07:08:24.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MISKUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Ilci Ar-Rasyid Semarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Katakan apa saja! Haram bisa menjadi halal atau sebaliknya, kafir bisa menjadi mukmin atau terserah kamu ingin bilang apa yang terpenting jangan kau bilang negeri ini miskin. Coba kau keruk perut bumi kita ini, berlimpah kekayaan di dalamnya, kau tanami pasti tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Ah…kau mengingatkanku pada retorika bangsa “gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo murah kang sarwo tinuku, subur kang sarwo tinandur”. Buktinya mana...! harga BBM saja sudah melambung tinggi ke angkasa, kebutuhan pokok semakin mempersempit kantong kita ini. Jelas saja kalau negeri kita ini patut kita bilang miskin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Eh…jangan sekali-kali menyebut bangsa kitai miskin. Paling cuman kamu yang miskin atau atau malahan kita yang miskin.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Benar-benar, benar! Apa yang kau bilang, kita yang miskin. Mau bukti daya beli rakyat tetap stabil, bus, mikromini, becak tetap jalan dan semua bisa makan kenyang di rumah-rumah istana. Cuman kita aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Iya…ya aku baru sadar “lir ilir, tandure wus sumilir, tak ijo royo royo, tak senggo temanten anyar…”. Tapi bagaimana aku! apa yang harus aku makan besok. Sekarang saja jadi penganguran akibat di PHK,  semua barang naik dan pengurangan tenaga kerja. Lha…ini…ini..imbasnya bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Mungkin ada hikmah di balik itu, siapa tahu bentar lagi engkau akan mendapatkan kerja yang lebih baik dari buruh pabrik. Bangsa kita adalah bangsa yang makmur dan sejahtera dengan kesuburan tanahnya, kelebatan hutanya, kedalaman lautnya. Dan yang paling hebat sumber daya manusianya yang semakin cerdas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Itu baru aku setuju. Di berbagai bidang kita selalu unggul, kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, ijthihad, musik, makanan dan minuman, spiritualiatas, kebonekanya dan masih banyak lagi yang tidak di miliki bangsa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Walaupun masyarakat, mahasiswa, pedagang dan anak kecil ikut demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, tetap saja harga semakin melambung tinggi. Tapi yang membuatku heran rakyat tetap tenang-tenang saja. Hanya aku saja yang ngeluh he he…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Buktinya sudah jelas, bangsa kita penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Harga-harga naik, jalan-jalan tetap macet penuh mobil, warung-warung makan tetap banyak pengunjungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Kesimpulanya Negara kita tetap menjadi bangsa yang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Tapi apa untungnya buat aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Tenang saja! Bentar lagi dana subsidi dari pemerintah untuk kita pasti turun. Pokoknya jangan kuatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Kita sudah membincang ini dan itu. Dan inilah bukti nyatanya pemerintah menghargai rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Aku tetap saja kuatir. Walau negeri ini kaya bagi ku tetap amat miskin dan pemerintah hanya akan meNsubsidi orang orang miskin yang benar-benar miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Jangan bersedih gitu lah….ini semuakan biar menenangkan hati dan jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Kita harus tetap tersenyum karena kita adalah masyarakat yang memiliki nilai-nilai budaya yang luhur. Walaupun ini hanya sekedar hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Jadi kalian ini…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2  : Eeeeee…kalian ini dasar sok ya…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1  : Ngangur di PHK ya…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Dasar…kakean ngomong cangkemu iku. Rakyat makmur, Negara kaya, orang-orangnya pinter…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2  : Ciluuuuuuuuuuup ba! Santai aja nikmati hidup ini he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 dan 1 : Ya…ya…benar, goblok kok tambah nyantai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : katanya bentar lagi ada bantuan subsidi BTL (bantuan langsung tunai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Memang benar ada bantuan langsung tunai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Bantuan langsung tunai itu salah ha ha ha, yang benar BTL itu bantuan langsung tewas. Wong…kita tetap saja ngangur, miskin dan tetek bengeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Iya…ya…belum tentu subsidi itu cair kepada kita. Kan melewati bebrapa tahap, dari pendataan hingga sampai kepada masyarakat miskin.&lt;br /&gt;Orang 1 : Di negeri yang sudah amat miskin ini. Pemerintah akan mendata orang-orang yang layak mendapatkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Semoga saja terdapat pendataan yang benar. Sebab biasanya pimpinan yang mengurusi bidang kemiskinan itu belum tentu kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Wah….pemikiranmu jelas-jelas bermutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Ya….iyalah, masyak ya iya dong, orang cakep gitu lhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 1 : Benar-benar memuasakan, aku percaya sekarang. Saat ada pembagian sembako, bantuan dan subsidi banyak orang kaya yang ngaku-ngaku miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 : Terkadang juga seperti itu. Namanya aja duiiiit, siapa yang ngak mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 3 : Secara materi mereka tetap kaya. Tapi batin, hati dan jiwa mereka merasa miskin. Maka juga perlu di kasihani. Membagikan sedikit harta kepada orang yang tidak mampu kan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang1 : Jadi kesimpulanya baik kaya dan miskin tetap sama rata. Mendapatkan subsidi, bantuan dan sembako&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang 2 dan 3 : Lha..itu baru adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ada yang salah dengan bangsa ini?&lt;br /&gt;Atau kita hanya tersenyum sendiri&lt;br /&gt;Negeri seribu permadani intan, berlian dan permata&lt;br /&gt;Menghias sulaman benang merah dan putih&lt;br /&gt; Kita hidup di negeri pertiwi&lt;br /&gt; Putih dan suci!&lt;br /&gt; Manusia tak punya tempat kecuali di lorong-lorong&lt;br /&gt;Kita hidup di bangsa garuda&lt;br /&gt;Gagah dan berani!&lt;br /&gt;Di mana keserakahan dan kerakusan sudah mendarah daging&lt;br /&gt;Kekuasaan di perebutkan&lt;br /&gt;Kemunafikan di budayakan&lt;br /&gt;Kemiskinan di mapankan&lt;br /&gt;Orang kaya mengaku miskin&lt;br /&gt;Orang miskin mimpi ingin jadi kaya&lt;br /&gt;Inilah negeri sejuta dongeng&lt;br /&gt;Kebenaran sudah di abaikan&lt;br /&gt;Keadilan sudah di tinggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada hanya doa semoga negeriku baik-baik saja&lt;br /&gt;       Semarang, 12 Juli 2008&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-3544197787109645384?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/3544197787109645384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/monolog-man-and-ide-oleh-lukni-maulana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3544197787109645384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/3544197787109645384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/monolog-man-and-ide-oleh-lukni-maulana.html' title=''/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8364493834330033559</id><published>2010-02-23T07:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-23T07:01:53.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Terancamnya Takhta SBY&lt;br /&gt;Lukman Wibowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.harianjoglosemar.com&lt;br /&gt;(Artikel ini pernah dimuat dalam Harian Joglosemar, 6/01/10)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sem&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_WgIUqZyvKh8/S4Pp_FJoa9I/AAAAAAAAAQI/M0KcQIggTFk/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 96px; height: 117px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WgIUqZyvKh8/S4Pp_FJoa9I/AAAAAAAAAQI/M0KcQIggTFk/s200/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441450044717296594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;enjak era Reformasi bergulir, ruang-ruang publik mulai terbuka lebar. Tiap hari nyaris ada gelombang massa yang turun ke jalan. Desakan puncak yang biasa kita dengar adalah, menuntut pertanggungjawaban Sang Presiden untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tengah terjadi.&lt;br /&gt;Tuntutan semacam ini adalah lumrah, mengingat posisi Presiden adalah kepala negara sekaligus pimpinan manajerial pemerintahan. Aksi massa pun bergandengan dengan forum-forum dialog, jajak pendapat, maupun debat opini yang disiarkan secara massif oleh media massa. Akhirnya, masyarakat di seantero negeri merespon. Maka jadilah ia sebuah bola liar yang terus menggelinding hingga ke dasar yang paling radikal: Turunkan Presiden!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hantaman massa seperti itu dialami oleh semua Presiden Indonesia. Dalam perjalanan Reformasi yang telah mencapai satu dasawarsa ini, Gus Durlah yang paling telak mengalaminya, ia diturunkan di tengah jalan.&lt;br /&gt;Sepanjang SBY bertakhta—sejak terpilih pada 2004 hingga ditahbis di kursi yang sama pada 20 Oktober 2009—radikalisme politik bergerak cukup cepat. Tensi tertinggi terjadi di awal periode sekarang. Sejak gonjang-ganjing kriminalisasi KPK, makelar kasus, Centurygate, Hari Antikorupsi, dan pelarangan buku Gurita Cikeas; suara publik berteriak kian dahsyat. Namun, apakah gonjang-ganjing kali ini bakal membuat SBY (di)turun(kan)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY Terancam&lt;br /&gt;Ada beberapa hipotesa yang bisa diajukan terkait kemungkinan SBY akan turun di tengah jalan. Ini sekadar pandangan awal yang prosesnya akan terus berkembang seiring perkembangan waktu. Dimana filsafat Hegelian—tentang benturan antara tesa dan antitesa yang pasti melahirkan sintesa—menemukan kontekstualisasinya dalam pergulatan politik.&lt;br /&gt;Pertama, ini adalah kali kedua SBY berkuasa. Kaum oposan menyebutnya: Rezim SBY Jilid 2. Kemenangan partainya di pemilu 2009 terjadi secara fantastis; mengalahkan partai-partai babon seperti Golkar dan PDIP. Bahkan dalam pilpres, Pasangan SBY-Boediono menang mutlak di putaran pertama. Rumor terjadinya kecuranganpun bertebaran. Gugatan muncul di meja MK, namun hasilnya pemilu tetap dinyatakan syah. Kemenangan inilah yang membuat gerah sejumlah pihak.&lt;br /&gt;Kedua, pada periode ini (2009-2014) SBY berdiri lebih kokoh. Sejumlah partai dirangkul menjadi koalisinya. Di tingkat legislatif, “musuh” SBY memang tak bisa dibilang kecil, namun tak sebesar di periode Jilid 1. Bahkan di lembaga eksekutif, ia sedemikian kokoh. SBY berhasil menempatkan orang-orang yang patuh kepadanya—mulai dari Wapres, menteri-menteri, hingga aparatur negara yang lain—untuk bekerjasama serta mengelilinginya. Slogan antiknya adalah: Bersama kita bisa!&lt;br /&gt;Orang seidealis dan “segalak” Kwik Kian Gie, Siti Fadilah Supari, atau Rizal Ramli adalah kalangan (mantan menteri) yang dianggap tak layak pakai lagi. Singkatnya, SBY nyaris mengampu kekuasaan secara tunggal. Sehingga tak aneh bila para komentator mensinyalir bangkitnya potensi Orde Baru jilid 2.&lt;br /&gt;Ketiga, terbukanya pintu demokrasi tak serta merta melahirkan stabilitas politik. Di tingkat rivalitas politik, demokrasi mempersilahkan terbangunnya ruang konsolidasi bagi pihak-pihak yang kalah, tapi amat berbahaya bagi kelompok yang sedang berkuasa. Dalam mekanisme domokrasi, siapapun bisa naik atau diturunkan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;Akan tetapi, mekanisme demokrasi bersifat lebih sportif ketimbang permainan politik praktis. Dalam demokrasi, kuantitas massa adalah kuncinya; tapi dalam politik praktis, kudeta dapat terjadi kapan saja. Dari kasus Gus Dur, kita bisa belajar. Betapa ia dapat diturunkan oleh hanya segelintir orang. Andai saja saat itu Gus Dur mau menggunakan mekanisme demokrasi yang paling radikal (unjuk kekuatan massa) barangkali kisahnya akan berbeda. Tapi Gus Dur tak ingin terjadi pertumpahan darah di antara sesama anak bangsa. Ia “ikhlas” diturunkan. Jika hal yang sama terjadi pada SBY, apakah dirinya mampu legowo seperti itu?&lt;br /&gt;Keempat, selama memerintah, SBY sering mengklaim keberhasilannya dalam memberantas korupsi. Namun di lapangan faktanya berbeda. Persentuhan masyarakat dengan berbagai institusi pemerintahan, acap dinodai oleh praktik-praktik korupsi.&lt;br /&gt;Maka ketika terjadi kriminalisasi KPK, masyarakat geram bukan kepalang. Sehingga, rekayasa penggerogotan KPK membuat sensifitas publik memuncak. Jadi, tak mengherankan jika aksi massa di jalanan, agitasi intelektual, hingga gelombang facebooker, bergerak amat cepat dalam merespon kasus tersebut.&lt;br /&gt;Setelah kasus KPK meredam, publik harus meningkatkan energinya untuk menghadapi skandal Bank Century, politisisasi pansus, dan pelarangan beberapa buku yang dituding membuka aib sejumlah pejabat dalam perkara korupsi.&lt;br /&gt;Lalu gugatan publik mencuat: Klaim SBY tentang terentasnya korupsi, adalah tidak benar! Masyarakat merasa dibohongi, lalu mulai menumpahkan ketidakpuasannya secara emosional. Radikalisme seperti ini tentu saja mengancam buat SBY.&lt;br /&gt;Kelima, arus neoliberalisme memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat. Ekonomi rakyat tak kunjung membaik. Angka pengangguran masih tinggi. Akses pendidikan serta kesehatan murah belum terjangkau. Upah buruh tak mencukupi biaya hidup yang membengkak, dan sistem kerja kontrak memupus harapan tentang kesejahteraan. 30% masyarakat yang notabene petani terbebani oleh kapitalisasi pangan. Nelayan terjungkal oleh kontrak pengalihan sumber daya laut yang dikuasai Asing. Pasar tradisional terancam punah oleh globalization market. Harga tanah dan perumahan kian melambung tinggi. Masalah-masalah sosial seperti sengketa lahan dan dehumanisasi masih menciderai lingkup keseharian. Neolib bahkan menghancurkan—secara langsung ataupun tidak langsung—sektor lingkungan, kemasyarakatan, juga segi-segi kebudayaan.&lt;br /&gt;SBY kurang jeli membidik persoalan-persoalan yang disebabkan oleh neoliberalisme tersebut. SBY tak mampu menolak program-program neolib yang ditancapkan kekuatan global (Asing) di negara ini.&lt;br /&gt;Maka muncul stigma yang menyudutkan posisinya; baik itu dicap sebagai pemerintahan boneka neolib, pemimpin yang tak berani dan peragu, maupun sebagai kepala negara yang tidak memiliki konsep dalam membangun kemandirian bangsa.&lt;br /&gt;Beberapa hipotesa di atas, tak boleh diremehkan. SBY jangan terlalu konfiden dengan perolehan suaranya yang berkisar 60% di pilpres lalu. Pasalnya, keberpihakan konstituen dapat berubah sewaktu-waktu. Lagipula, tingkat suara golput sangat besar. Artinya, dukungan terhadap SBY kemarin tidak memiliki angka pasti yang mampu dijadikan sebagai parameter kekuatan politiknya.&lt;br /&gt;SBY tak cukup mencari empati dan segala bersumpah, tapi ia harus menunjukkan bukti serta kerja konkritnya dalam menyelesaikan permasalahan bangsa yang kian memburuk. Jika tidak, bisa dipastikan ia akan turun sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukman Wibowo,&lt;br /&gt;Pedagang sandal yang nyambi sebagai&lt;br /&gt;pengajar privat matematika dan pekerja seni&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8364493834330033559?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8364493834330033559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/terancamnya-takhta-sby-lukman-wibowo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8364493834330033559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8364493834330033559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/terancamnya-takhta-sby-lukman-wibowo.html' title=''/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_WgIUqZyvKh8/S4Pp_FJoa9I/AAAAAAAAAQI/M0KcQIggTFk/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-6097270576769490390</id><published>2010-02-16T00:35:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T00:36:39.359-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOWNLOAD'/><title type='text'>Pembelajaran Audio visual (Outbound and Parenting)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Jkd763LKQlY/S3pYKtNnGKI/AAAAAAAAASc/cOUJWjrPZes/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Jkd763LKQlY/S3pYKtNnGKI/AAAAAAAAASc/cOUJWjrPZes/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438756440961915042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru memegang peranan utama dengan serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dimana interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;DOWNLOAD&lt;br /&gt;1.&lt;a href="http://www.4shared.com/file/223105083/248c6d53/OUTBOUND.html"&gt;OUTBOUND&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;a href="http://www.4shared.com/file/223105095/d4f4f927/PARENTING.html"&gt;PARENTING&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-6097270576769490390?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/6097270576769490390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/pembelajaran-audio-visual-outbound-and.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6097270576769490390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6097270576769490390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/pembelajaran-audio-visual-outbound-and.html' title='Pembelajaran Audio visual (Outbound and Parenting)'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Jkd763LKQlY/S3pYKtNnGKI/AAAAAAAAASc/cOUJWjrPZes/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-2310297380345939880</id><published>2010-02-15T21:48:00.000-08:00</published><updated>2010-08-12T07:52:16.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil cahaya ilmu'/><title type='text'>PROFILE CAHAYA ILMU SEMARANG</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;PROFIL LEMBAGA CAHAYA ILMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CROOM%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:GaramondNo4CyrTCYLig; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Courier New"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} h1 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:1; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-font-kerning:0pt; 	mso-bidi-font-weight:normal;} h3 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	font-size:16.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:Garamond; 	font-weight:normal;} h6 	{mso-style-next:Normal; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:6; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	font-family:Garamond; 	mso-bidi-font-weight:normal;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.25in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoBodyTextIndent2, li.MsoBodyTextIndent2, div.MsoBodyTextIndent2 	{margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:0in; 	margin-left:.25in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:GaramondNo4CyrTCYLig; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1928729758; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1813830636 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;      &lt;h3 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:18;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Tentang Kami&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Cahaya Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt; merupakan sebuah lembaga yang mengomunikasikan ide dan metode kreatif manusia dalam proses pembelajaran aktif. Didirikan oleh sekelompok insan dari berbagai disiplin ilmu yang mempunyai kepedulian terhadap masalah pendidikan, pengembangan media teknologi dan pengembangan sumber daya manusia. &lt;span style=""&gt;metaforma&lt;/span&gt; berupaya menjadi sebuah wahana tumbuhnya&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt; komunitas belajar (&lt;i&gt;learning society&lt;/i&gt;), yang menyelaraskan kemampuan emosional, intelektual, dan spiritual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;panjang kalo postingan muncul semua, oleh karena itu saya perlu memotong berita sampai disini saja. &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h6 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;Vi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;si&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Cahaya Ilmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt; berupaya mengidentifikasi setiap potensi yang ada untuk ditemu-kenali pribadinya secara utuh. Menyadari bahwa setiap potensi tersebut dapat dioptimalkan, maka pengembangan media belajar berbasis pembelajaran aktif menjadi pilihan dalam menghadapi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt; persaingan hidup yang kompetitif di era teknologi informasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-size:12px;color:black;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="text-align: center; color: rgb(255, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:16px;"&gt;Mis&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:16px;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Manusia yang mengetahui dan memahami potensi dirinya, memiliki aset terbesar dalam kehidupannya, sehingga senantiasa perlu dikembangkan melalui proses belajar. Kesempatan memperoleh sumber daya belajar melalui media kreatif dalam mengembangkan potensi dirinya, akan memberikan “ruh” dan warna baru, bagi tumbuhnya daya imajinasi positif seorang.manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3oyk8hOfwI/AAAAAAAAAG8/tHatdfPJAzw/s1600-h/VISI+DAN+MISI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3oyk8hOfwI/AAAAAAAAAG8/tHatdfPJAzw/s320/VISI+DAN+MISI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438715110305464066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;    &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Agenda Kerja&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;Mengembangkan konsep pembelajaran efektif pada anak usia dini dan mengembangkan media teknologi yang mendukung pendidikan, menjadi bidang kerja &lt;b style=""&gt;Cahaya Ilmu&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Jangkauan Kerja&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;Menjadi mitra masyarakat dalam menemu-ke&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;nali potensi dirinya tanpa sekat gender, kelas,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt; agama, suku dan antar golongan dalam wilayah kerja nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Kami adalah manusia belajar, yang selalu meningkatkan kemampuan dengan belajar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Dalam hal ini &lt;b style=""&gt;Cahaya Ilmu&lt;/b&gt; merupakan lembaga pendidikan yang terdiri dari beberapa insan yang sangat peduli dengan kualitas pendidikan diantaranya adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Ir. H. Hanafi Sholeh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Kepala Cabang Nasmoco Magelang, sebagai salah satu pen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;diri lembaga Cahaya Ilmu, sekaligus donatur lembaga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Rahayu Wijayanti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Donatur lembaga, beliau juga aktif dalam kegiatan dakwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;h Islam, dan sebagai pengurus dalam kegiatan jamaah Masjid Agung Jawa Tengah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Dedy Andrianto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Pendiri lembaga &lt;b style=""&gt;Cahaya Ilmu, &lt;/b&gt;yang sangat peduli dengan kualitas pendidikan, khususnya pada anak usia dini. Aktif sebagai pendidik PAUD, serta konsultan PAUD non formal pada beberapa lembaga pendidikan dan juga sebagai fasilitator PAUD Unicef Jawa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt; Tengah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Ida Farida, S.Pd&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Salah satu pendiri lembaga, yang sementara merangkap amanah sebagai kepala PAUD. Berpengalaman merintis PAUD, dan tahun 2004 menjadi pendidik kreatif tingkat Jateng/DIY.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="color:black;"&gt;Yus Ibnu Yasin SE&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Trainer ESQ pada lembaga dakwah Islam, berpengalaman dalam training motivasi dan pengembangan diri di beberapa lembaga pendidikan formal maupun nonformal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="margin-left: 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;Susunan Pengelola Lembaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h6 style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3oylTSPn5I/AAAAAAAAAHE/EcwXqimkNhA/s1600-h/DEWAN+PENGURUS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3oylTSPn5I/AAAAAAAAAHE/EcwXqimkNhA/s320/DEWAN+PENGURUS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438715116416638866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h6&gt;       &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:16;color:black;"   lang="IN" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sekretariat&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="margin-left: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="IN"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 255);"&gt;Perum Dolog No 3 Jl. Kyai Abdul Manan Kelurahan Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang. Telpon (024) 6731431 fax. (024) 6731304&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-2310297380345939880?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/2310297380345939880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/profil-lembaga-cahaya-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/2310297380345939880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/2310297380345939880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/profil-lembaga-cahaya-ilmu.html' title='PROFILE CAHAYA ILMU SEMARANG'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3oyk8hOfwI/AAAAAAAAAG8/tHatdfPJAzw/s72-c/VISI+DAN+MISI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-2864075682095560284</id><published>2010-02-14T08:02:00.000-08:00</published><updated>2010-07-05T22:26:53.203-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download file'/><title type='text'>PENDIDIKAN NILAI EKOLOGI UNTUK ANAK USIA DINI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Taman kanak-kanak sebagai lembaga prasekolah yang merupakan bagian terpenting dari rangkaian sistem sebagai upaya mengantarkan anak untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gg9WCGeyI/AAAAAAAAAGs/0X9o6baZVt0/s1600-h/17848_1166318972185_1654244067_512218_3080358_s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 231px; height: 211px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gg9WCGeyI/AAAAAAAAAGs/0X9o6baZVt0/s400/17848_1166318972185_1654244067_512218_3080358_s.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438132788308376354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;memasuki jenjang pendidikan dasar. Dalam pembelajaran di usia prasekolah atau TK merupakan bentuk pendidikan yang menyediakan program kegiatan belajar mengajar yang utuh. Pada jenjang pendidikan TK potensi anak-anak yang berhubungan dengan kecerdasan (intellegence), keterampilan (skill), bahasa (language), perilaku bersosialisasi (social behaviour), fisik (motorik) maupun kesenian (estetika) mulai tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;Maka bimbingan dan bantuan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak secara profesional mutlak diperlukan agar kemampuan dan keterampilan anak-anak pada usia ini dapat berkembang secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya dukungan dari guru yang profesional dan lingkungan belajar yang mengasyikan serta media atau alat pembelajaran yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/221972550/5adbf7a2/VALUES_EDUCATION_FOR_CHILDREN_.html"&gt;&lt;br /&gt;DOWNLOAD FILE LENGKAP&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-2864075682095560284?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/2864075682095560284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/pendidikan-nilai-ekologi-untuk-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/2864075682095560284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/2864075682095560284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/pendidikan-nilai-ekologi-untuk-anak.html' title='PENDIDIKAN NILAI EKOLOGI UNTUK ANAK USIA DINI'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gg9WCGeyI/AAAAAAAAAGs/0X9o6baZVt0/s72-c/17848_1166318972185_1654244067_512218_3080358_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8274615331721220852</id><published>2010-02-14T07:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T07:08:42.539-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DOWNLOAD'/><title type='text'>KONSEP PAUD DAN BCCT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gRJFXXO2I/AAAAAAAAAF0/MWvPGJfsKxA/s1600-h/10127_1128823554823_1654244067_431807_348443_s.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 97px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gRJFXXO2I/AAAAAAAAAF0/MWvPGJfsKxA/s400/10127_1128823554823_1654244067_431807_348443_s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438115397806537570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DOWNLOAD KONSEP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN METODE BCCT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.4shared.com/file/221972450/5b199d95/Konsep_Dasar_BCCT.html"&gt;KONSEP BCCT&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.4shared.com/file/221972480/eeb7e3d8/KONSEP_DASAR_PENDIDIKAN_ANAK_U.html"&gt;KONSEP DASAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.4shared.com/file/221972506/cecfa6d2/PROGRAM_BELAJAR_PAUD.html"&gt;PROGRAM BELAJAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8274615331721220852?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8274615331721220852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/konsep-paud-dan-bcct.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8274615331721220852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8274615331721220852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/konsep-paud-dan-bcct.html' title='KONSEP PAUD DAN BCCT'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gRJFXXO2I/AAAAAAAAAF0/MWvPGJfsKxA/s72-c/10127_1128823554823_1654244067_431807_348443_s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-8035831789719866094</id><published>2010-02-14T06:42:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T06:44:47.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Menciptakan Fun Learning</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SSzHQNZLqWI/AAAAAAAAAAM/-tu8qsIIXvk/s1600-h/ben.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272808345031125346" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SSzHQNZLqWI/AAAAAAAAAAM/-tu8qsIIXvk/s200/ben.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;Agus Thohir*&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendidikan adalah bentuk dari representasi pembelajaran yang dapat berdampak pada perkembangan potensi dan skill pada peserta didik, untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran guru harus terampil dan kreatif supaya dalam pembelajaran tidak monoton.Disini guru bukan sekedar mengajar dikelas secara teoritis dan menargetkan lulus dengan nilai terbaik pada eksekusi akhir (ulangan dan UAN), tapi lebih dari itu bagaimana guru bisa mendesain lebih untuk bisa membentuk karakter pada anak didiknya. &lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pemahaman ini harus dijadikan pondasi berfikir bagi setiap guru, dimana guru mempunyai peran strategis untuk mendesain dan merekayasa bentuk pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan. Ditangannya-lah anak didik dapat memiliki bekal ilmu, baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Yang berguna untuk menatap cerahnya hari esok menuju masa depan yang lebih baik.Guru dapat memberikan sederet kemampuan keilmuan tapi bila tanpa dipunyai keahlian khusus dalam menyampaikannya, maka pembelajaran pun hanya bersifat monoton dan terlihat kaku bahkan tidak sesuai target.&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita tidak ingin dianggap oleh siswa dan diberi label guru yang kuper dan jadul ? Maka untuk itu guru haruslah pandai mensiasati itu semua dengan cara menciptakan pembelajaran yang menyenangkan (fun learning) sehingga kelas dapat hidup, menyenangkan mengasyikkan dan membekas pada diri murid kita.Tentunya hal ini tidaklah mudah, oleh karenanya dibutuhkan keahlian dan keyakinan kuat dan semangat membaja dan disertai minset positif dari guru sendiri. Sehingga akan mempermudah para guru dalam melakukan penanganan dan pengelolaan kelas yang efektif. &lt;br /&gt;Murid adalah investasi masa depan bangsa di negeri merah putih, tentunya kita tidak ingin bekal mereka kelak lebih minim kualitasnya dibandingkan generasi kita atau bahkan sepadan dengan kita? Awalilah dengan cara me-re-desain minset kita dan berharaplah pada mereka, secara kualitas akan kita arahkan menjadi lebih baik dari kita dan inipun harus dengan tekat dan totalitas tinggi. Betapa pentingnya proses pendidikan yang menjadikan anak didik merasakan enjoy dikelas. Kebermaknaan ini dapat diejawantahkan dalam praktek action kita dikelas. Untuk dapat mewujudkan semua itu tugas guru tidaklah enteng (mudah), ia harus mempunyai sederet perencanaan yang matang untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut hemat saya dalam perencanaan ini tidak ada salahnya bila siswa kita libatkan dalam mensukseskan strategi. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, siswa harus diajak untuk terlibat aktif dan termotivasi dalam melakukan apresiasi dan kreatifitas dikelas dengan cara guru memberi game/ puzzle dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, guru harus mengerti kondisi kelas sehingga tidak bisa disama-ratakan antara kelas satu dengan yang lainnya maka dibutuhkan strategi penanganan yang berbeda pula. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, memanfaatkan fasilitas baik berupa metode, multimedia, lingkungan maupun alat pendukung lainnya yang bisa menjadikan siswa dapat merasakan betah dan nyaman dalam kesehariannya dikelas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah ini semua mungkin dan bisa tercapai? Tentunya ini diperlukan ijtihad ekstra dari para guru dan kreatifitas yang multi-talenta. Dengan menanamkan paradigma holistic maka akan tercapai inovasi tiada batas dari pendidik dan siswa pun lebih bergairah dan kreatif ketika model pembelajaran menyenangkan (fun learning) dapat dijalankan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sehinggga anak didik dapat memaksimalkan potensi dan otomatis kita telah mensukseskan bentuk pendidikan tanpa mengesampingkan proses untuk mencapai hasil yang maksimal. Dan kita telah melaukan investasi sumber daya manusia (SDM) untuk jangka panjang, Selamat mencoba.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semarang september 2008&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Agut Thohir, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang dan Direktur Lingkar Studi Alternatif (LaStA) Semarang&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://thohir3.blogspot.com/"&gt;http://thohir3.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;* Tulisan ini pernah di muat di Harian Umum Suara Merdeka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-8035831789719866094?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/8035831789719866094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/menciptakan-fun-learning-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8035831789719866094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/8035831789719866094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/menciptakan-fun-learning-pendidikan.html' title='Menciptakan Fun Learning'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SSzHQNZLqWI/AAAAAAAAAAM/-tu8qsIIXvk/s72-c/ben.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-5858159505124670995</id><published>2010-02-14T06:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T06:38:05.871-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA'/><title type='text'>SADAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gKkdZf1bI/AAAAAAAAAFs/hsUXjtC9X7w/s1600-h/kite-kite....jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gKkdZf1bI/AAAAAAAAAFs/hsUXjtC9X7w/s200/kite-kite....jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438108171533014450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: UMI LATIFAH&lt;br /&gt;(Pendidik TPAUD Cahaya Ilmu)&lt;br /&gt;Beberapa malam yang tidak pernah mengenal apa arti dari kesadaran membuatku sadar akan tujuan hidupku. Aku harus berada di jalan yang mana? Jalan berliku tapi rata dan datar atau jalan yang lurus tapi rusak dan bergelombang. Menggunakan cara yang bagaimana?. Menghitung hari atau memanfaatkan hari. Mendengarkan atau didengarkan&lt;br /&gt;Mencintai atau dicintai. Menjadi orang yang duduk diam dan termenung atau pasif…&lt;br /&gt;Atau orang yang selalu jalan ke sana kemari atau aktif. Menjadi orang yang selalu tersenyum tapi menyimpan dendam atau orang yang selalu cuek tapi tidak pernah mengenal apa itu dendam. Orang yang menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang berguna atau hanya menjadi orang yang duduk di depan komputer hanya untuk melihat-lihat hal yang tidak begitu berarti.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir ke depan atau hanya berpikir untuk hari ini. Menikmati hidup di masa muda atau menikmati hidup di masa tua. Mencintai satu pria dan hanya memikirkannya atau mencintai satu pria tapi memikirkan banyak pria. Sekarang aku sudah sadar dan mengerti apa yang dikatakan hidup ini. Mengenal banyak karakter manusia memang belum lah cukup untuk menjadi bahan pembelajaran bagiku. Tapi bagiku, harus sampai kapan aku berada dalam karakteristik orang lain.&lt;br /&gt;Tenggelam dalam begitu banyak problem manusia yang kualami. Karena, setiap kali aku mempelajari orang lain seolah-olah aku menjadi orang tersebut. Ironis memang, tapi itu lah hidupku. Hidup yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Banyak yang bilang kalau aku membingungkan. Benar, Karena aku sebelumnya juga bingung melihat diriku. Diam sesaat untuk berpikir dan menahan nafas. Dan mulai bernafas dengan semangat yang baru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take actions!&lt;br /&gt;Miracles will happen…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-5858159505124670995?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/5858159505124670995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/sadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/5858159505124670995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/5858159505124670995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/sadar.html' title='SADAR'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gKkdZf1bI/AAAAAAAAAFs/hsUXjtC9X7w/s72-c/kite-kite....jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4141428164049552626.post-6661487123664196356</id><published>2010-02-14T06:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-14T06:39:54.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>Entrepreneurship Untuk Siswa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gHoCaDGzI/AAAAAAAAAFc/1ow4niNS4WA/s1600-h/LUKNI+PP.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gHoCaDGzI/AAAAAAAAAFc/1ow4niNS4WA/s200/LUKNI+PP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438104934472162098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Tulisan ini pernah di muat di jawa pos)&lt;br /&gt;Lukni Maulana, S. Pd.I&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada era sekarang ini dunia pendidikan di tuntut untuk mengembangkan kompetensi atau basic skill. Orientasi pendidikan tidak hanya pembelajaran formal dengan berbagai macam mata pelajaran, akan tetapi terkait dan terikat dengan tuntutan zaman. Sekolah terkadang hanya menuntut orientasi kelulusan dan lupa akan potensi, skill, dan bakat anak.&lt;br /&gt;Di akui atau tidak sekolah adalah tempat mencetak manusia-manusia unggul, namun tidak dipungkiri pula bahwa sekolah terkadang melakukan dehumanisasi dalam artian potensi anak didik tidak dikembangkan. Memang benar sekolah adalah kewajiban, namun kesuksesan belajar tidak hanya lewat jalur sekolah. Lihat saja seorang ilmuwan Issac Newton menemukan berbagai macam penelitian tanpa harus sekolah, William Bill Gates orang terkaya di dunia selama 14 tahun saja keluar dari sekolah yang kemudian mendirikan Microshoft bersama temannya dan melakukan eksperimen hasilnyapun dapat kita nikmati sekarang ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari tantangan yang dihadapi dan kompleksitas permasalahan global, dimana technologiy competation yang ujungnya pada industrialistik, materalistik, sekolah atau dunia pendidikan harus melakukan orintasi baru melalui pembelajaran kompetensi untuk peserta didik.&lt;br /&gt;Tidak heran jika pendidikan sekarang mengarah pada pengembangan berbasis kompetensi. Selain sebagai bekal potensi dapat pula sebagai sarana pengembangan sekolah berbasis keilmuan yang mengajarkan berbagai mata pelajaran.&lt;br /&gt;Maka dalam menyosong era industri dan teknologi ini sekolah atau madrasah diharuskan melakukan orientasi baru dibidang pembelajaran salah satu caranya yaitu dengan memberikan pelatihan entrepreneurship untuk peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ekstrakurikuler Sekolah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kewirausahaan merupakan ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup. Dalam hal ini seseorang dituntut untuk melakukan proses sistematis penerapan kreatifitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan peluang pasar.&lt;br /&gt;Peserta didik merupakan sesosok generasi penerus bangsa yang akan menjadi pewaris negeri. Pertumbuhan fisik yang cenderung lebih cepat, sifat emosional dan ego yang masih labil. Mindset (pola pikir) kewirausahaan inilah yang harus ditanamkan pada peserta didik karena dipundaknyalah menjadi generasi maju dengan bekal inovasi dan kreatifitas.&lt;br /&gt;Maka alternatif itu bisa dikembangkan yaitu melalui program ekstrakurikuler yang merupakan bentuk pembelajaran di luar jam sekolah. Kegiatan ini dilakukan pihak sekolah untuk membekali anak didiknya dengan berbagai pertimbangan di antaranya untuk mengoptimalkan potensi, melatih kedisiplinan dan menciptakan kreasi, inovasi dan kreatifitas anak didik. Kegiatan ekstrakurikuler ada yang secara sepihak diwajibkan dan ada yang tidak diwajibakan ini terkait dengan kemauan dan kebutuhan siswa.&lt;br /&gt;Melaui ekstrakurikuler melalui program entrepreneurship siswa diharapkan mendapatkan skill individu untuk dapat dipraktekan dan dikemabangkan. Semisal siswa memiliki  potensi pada dunia masak atau makanan maka ekstra tata boga harus mengajarkan sesuai dengan keinginan. Dari sini siswa akan bisa berlatih entrepreneurship dengan membuat inovasi produk makanan, pelatihan market (pemasaran) atau juga bisa dititipkan ke kantin sekolah serta manajemen industri.&lt;br /&gt;Bahkan sekolah dapat melakukan inovasi baru berupa pengembagan lembaga kewirausahaan dengan berbagai program pelatihan kecakapan hidup untuk peserta didik pada program ekstrakurikulernya. Dalam hal ini sekolah dapat memberikan The Learning Experience (Pengalaman Belajar) untuk peserta didiknya.&lt;br /&gt;Sungguh sangat berarti sekali jika dunia sekolah dapat menyentuh sisi-sisi keinginan anak didik. Jika ekstrakurikuler sekolah dapat berjalan dengan baik maka akan mendidik siswa untuk disiplin dan nilai kepuasan pada diri siswa. Bahkan kepuasan orang tua siswa yang menyekolahkan anaknya dan pandangan masyarakat akan berfikir positif bahwa sekolah tidak hanya orientasi ijasah. Sebab melalui ekstrakurikuler ini anak didik memiliki bekal individu untuk bisa di kembangkan di kemudin hari.&lt;br /&gt;Jika anak didik sesuai dengan potensi tentu saja akan mendidik mental mereka untuk bisa mandiri. Dengan rasa kemandirian ini siswa akan memiliki mental yang kuat dan tidak bergantung untuk menjadi pegawai atau bahkan sampai hanya menjadi buruh.&lt;br /&gt;Inilah pola pembelajaran yang menyenangkan karena potensi skill mereka dapat diasah di sekolah tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk mengkuti kursus di luar program sekolah. Dengan demikian kesimpulan pembelajaran ekstrkurikuler sekolah ini, bahwa sekolah atau madrasah yang tidak pada program kejuruan dapat megembangkannya pada program ekstarakurikuler.&lt;br /&gt;Inilah sekolah yang sangat menghargai potensi dan kreasi manusia. Termasuk potensi yang di bawa sejak lahir serta kreasi untuk mengembangkan, menghasilkan, menciptakan inovasi baru dalam berkreatifitas dan kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4141428164049552626-6661487123664196356?l=tpaudcahayailmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/feeds/6661487123664196356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/entrepreneurship-untuk-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6661487123664196356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4141428164049552626/posts/default/6661487123664196356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tpaudcahayailmu.blogspot.com/2010/02/entrepreneurship-untuk-siswa.html' title='Entrepreneurship Untuk Siswa'/><author><name>TPAUD CAHAYA ILMU SEMARANG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10608339684126338792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/SXgohBr-YMI/AAAAAAAAACA/ldjwb2dGg3w/S220/tp.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gc9eblkCKzE/S3gHoCaDGzI/AAAAAAAAAFc/1ow4niNS4WA/s72-c/LUKNI+PP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
